Bunga Aceh; Engkau Harum di Angkat Besi Asian Games 2018


Aku tidak mengenalmu. Bahkan, aku tidak pernah tahu siapa dirimu sebenarnya. Mungkin juga, orang-orang tidak akan banyak yang tahu tentang dirimu karena engkau memilih jalan berliku, terlalu berat untuk kami tahu atau mungkin terlalu ringan untuk engkau jalani sendiri. Kutahu, engkau telah berada di puncak tertinggi dalam prestasi yang membanggakan namun sekali lagi, mata kami lebih memilih lapangan hijau atau roket dipukul rata dengan peluit memengkakkan telinga.

Aku tidak mengetahui namamu. Bahkan, aku tidak pernah melihatmu di tayangan televisi yang sempurna dengan guyonannya. Aku juga tidak pernah menemukan fotomu di selebrasi berita dunia maya yang ketat sekali dengan adu domba. Mungkin juga, aku yang tidak memedulikan dirimu karena tertutup berita sensasional tokoh lain yang lebih seksi dan penuh gairah dalam irama gimmick

Kutahu engkau, tidaklah seseksi mereka, tidak pula semenarik apa yang diinginkan orang-orang untuk mengetahuinya. Mungkin demikian pendapat yang kujabarkan di sini dengan alasan engkau bukanlah tandingan bagi peraih hati pria pemuja kalimat seksi itu sendiri. Namun, tahukah engkau? Begitu penasaran tentang gelora Aceh di Asian Games 2018, hanya namamu yang keluar di mesin pencari sebagai kandidat tak terkalahkan.

Aku penasaran untuk tahu. Aku mengerutkan kening, siapa gerangan putri Aceh yang akan berangkat ke ajang olahraga Asia termahsyur ini. Tidak mudah untukku menerima semua kejutan manis di saat muda-mudi Aceh lebih memilih dukungan terhadap pemuda Eropa yang berlaga di lapangan hijau. Engkau di sana mungkin termenung. Engkau mungkin bertanya. Engkau juga mungkin ingin mengucapkan salam kepada kami yang tidak tahu tentang dirimu. Tapi, waktumu lebih terbuang untuk besi-besi usang yang bisa saja mematahkan lenganmu akibat kesalahan angkat.


Risiko yang engkau ambil memang tidak mudah. Saat gadis Aceh lain lebih memilih menjadi selegram dengan memperagakan gaun, make-up tebal dan juga senyum menawan dengan alis terukir di media sosial, engkau malah meraih barbel sebagai santapan keseharian. Saat gadis Aceh lain mengeluh akan berat badan yang terus naik usai bahagia menerpa mereka, engkau mungkin lupa bahwa halter bisa saja terjatuh ke pangkal pahamu tanpa disengaja. Saat gadis Aceh lain nongkrong dengan cerita akan pacar tampan mereka di warung kopi hampir tiap malam, engkau mungkin sedang dibentak oleh pelatihmu karena besi-besi yang seharusnya engkau angkat, berdenting ke lantai dalam keadaan lelah.

Engkau adalah bunga Aceh di Asian Games 2018. Agustus dan juga September, di Palembang atau di Jakarta, engkau akan mengangkat halter dengan barbel tersangkut di kedua sisi; kiri dan kanan. Namamu elok, julukanmu juga tak kalah gahar. Engkau Nurul Akmal, satu-satunya lifter putri asal Aceh yang berlaga di arena angka besi. Engkau juga menorehkan nama sebagai putri pertama Aceh yang membawa angin segar dan gaya baru dalam bertempur di olahraga ini.
Nurul Akmal, lifter pertama asal Aceh
Memang benar, namamu kini telah tersingkap karena perhelatan besar ini akan segera dimulai. Lenganmu yang berotot akan menjadi tumpuan kemenangan bagi Aceh dan juga Indonesia. Kutahu jalan itu tidak mudah. Sudah pasti engkau terbeban dengan pilihan tersebut. Namun, engkau patut tahu bahwa kami berada di bagian tak terlihat untuk mendukung kemenanganmu nanti. Sorak-sorai saat engkau angkat besi memang nggak semeriah pendukung di lapangan hijau. Suara terompet tidak terdengar sama sekali. Mungkin hanya hening, suara wasit dan panitia yang gaduh di arena.

Matamu mungkin akan mencari. Entah itu kamera atau orang-orang terkasih yang ada di sekitar arena. Kuharap, engkau kuatkan lara dan hapus sedih yang akan membuat semangatmu padam. Penonton di sisi jauh akan mengenangmu sebagai pahlawan yang sangat menggairah. Saat engkau meraih emas setelah mengangkat 70 Kg, kuyakin semangatmu tak mudah dikalahkan. Engkau berhasil membukukan total angkatan 250 Kg dengan rincian snatch sebanyak 108 Kg dan clean and jerk sebanyak 142 Kg dalam test event Asian Games 2018. Kusebut ini sebagai langkah awal di mana tak hanya Indonesia tetapi Brunei Darussalam, Singapura, dan Thailand ikut serta pada 12 Februari 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.  

Engkau pun tahu, prestasimu jauh meningkat setelah meraih medali emas di Islamic Solidarty Games 2017 pada Mei 2017 di Baku, Azerbaijan dengan total angkatan 230 Kg. Engkau menaruh harapan yang tinggi saat Imam Nahrawi memublikasikan aksimu di akun Instagram miliknya. Menpora tentu saja berharap, engkau mampu mengangkat 75 Kg beban berat itu di Asian Games 2018. Tentu bangga, sangat terharu dan menyulut emosi terlampau dalam karena selama ini baik di ajang Sea Games maupun Asian Games, Indonesia belum pernah ikut serta di kelas plus 75 Kg atau angkat besi di atas 75 Kg.
Kutahu, ini tantangan besar bagimu. Engkau berlatih. Engkau tertekan. Engkau mengiba pada waktu yang terus berlalu. Engkau berharap pada mimpi-mimpi agar arena memihak kepada napasmu. Engkau tak henti menarik halter lalu mengangkatnya lebih tinggi. Barbel telah menjadi makananmu sehari-hari. Halter adalah ‘pedangmu’ untuk menebas musuh yang datang dari dalam dirimu sendiri. Sekali melepuh maka engkau akan kalah. Sekali terlena, engkau akan membawa pulang tangan kosong dan itu tidak kami inginkan.
Nurul Akmal unjuk kebolehan
Engkau Nurul Akmal. Engkau gadis Aceh satu-satunya di arena Asian Games 2018. Takkah engkau tahu betapa bangganya kami di sini? Mungkin malam-malam kini penuh sorak untuk pemuda gagah di lapangan hijau. Mungkin mereka tak pernah tahu. Mungkin mereka tak mau tahu. Namun, melalui ‘kutipan’ ini, engkau akan diketahui sebagai gadis yang penuh gairah, tak cantik tetapi mengagumkan, tak terkenal tetapi dikenal, dan tak perlu banyak kata karena engkau telah memilih halter dengan barbel sebagai pelengkap jawaban pasti.

Begitu engkau mengangkat halter dengan barbel 75 Kg, aku akan bersorak. Dukung penuh dirimu bersama semangat juang tinggi di Asian Games 2018. Kita akan dukung bersama Asian Games 2018. Aku akan berkata usai engkau angkat besi tua itu; inilah bunga Aceh yang harum di Asian Games 2018! []
***
Sumber foto: suara.com
Sumber video: Instagram Menpora @nahrawi_imam 

Comments

  1. keren semoga bisa menagngakat nama aceh di ajang olahraga ya

    ReplyDelete
  2. Ya Allah saya baru tahu tentang Nurul Akmal ini. Semoga urusannya dimudahkan ya nanti dan dikuatkan

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak, semoga memberi pengetahuan baru ya.

      Delete

Post a Comment

"terima kasih sudah berkunjung, semoga bermanfaat"