Monday, July 9, 2018

Saat Oppa Tampan Terjun ke Lapangan Hijau Lawan Jerman Disebut Hasil Olahan Plastik


Sama seperti saat melawan Meksiko, Korea Selatan bahkan ‘lebih’ lagi dianggap lemah saat keluar dari gerbang utama lapangan hijau, menghadang Jerman yang gagah dengan gemerlap pemain top dunia. Idola dari Arsenal, Mesut Ozil, sudah dielu-elu akan membawa negara berkuasa dengan Angela Merkel sebagai kanselir lolos di fase grup. Ozil bisa disebut sebagai megabintang di antara pemain bola dunia. Gagahnya mampu menghipnotis pecinta bola dengan pengikut Instagram @m10_official sebanyak 17 juta orang. Dukungan yang diberikan kepada Jerman pada 27 Juni 2018 benar-benar sangat nyata.

Idola asal Korea Selatan yang merumput di grup tak sebesar Arsenal, Tottenham, adalah Son Heung-min, yang bahkan ‘tidak’ dilirik sama sekali oleh penggemar olahraga yang lebih pintar mengkritisi di depan layar kaca. Popularitas Heung-min memang belum setinggi Ozil. Akun Instagram @hm_son7 ‘hanya’ diikuti oleh 1,1 juta pengikut. Jauh tertinggal dari popularitas. Tak ada dukungan selain negaranya sendiri, mungkin inilah yang menjadi cambuk bagi Timnas Korea Selatan untuk menjungkal Jerman dari fase grup.

Saya menikmati permainan Heung-min melawan kedigdayaan Ozil. Sorak-sorai selalu mengarak ke pihak Jerman meskipun Korea Selatan bermain dengan lebih ‘cantik’ dibandingkan saat melawan Meksiko. Tampak tidak agresif, terlihat lebih manis karena oppa-oppa yang wajahnya putih memucat dengan mata sipit itu, telah yakin bahwa mereka akan segera angkat koper.
Meski, tempat nonton bareng hanya meneriaki Ozil dan kawan-kawannya, Heung-min beserta member bukan boyband papan atas itu menggenapkan ketangkasan lebih cepat. Mereka alot, mereka cadas, mereka jahat dan curang di sisi lain, mereka juga tidak bermain aman bahkan tidak terlalu berambisi untuk menang. Setidaknya, untuk bisa lolos fase Grup F, Korea Selatan harus menjebol 3 angka ke atas tanpa balasan. Mustahil sekali saat melihat tendangan Ozil yang sangat seirama dengan kelenturannya.

Permainan yang dimulai pukul 21.00 WIB itu langsung menancap di hati Korea Selatan di mana gelandang, Jung Woo-young mendapatkan kartu kuning di menit ke-9. Woo-young tampaknya tidak mau membiarkan Jonas Hector melempar bola ke arah gawang Cho Hyun-woo yang menjadi pusat perhatian karena disebut sangat mirip dengan idola K-Pop, Jay Park. Maka, dari sinilah mulai tergerus cemoohan, ejekan sampai membawa nama-nama plastik dalam menina-bobokan para pemain Korea Selatan.

Menit-menit awal yang tidak membawa pengaruh apa-apa dan terkesan sangat luas kemenangan bagi Jerman. Berulangkali, Jerman hampir saja memulangkan Korea Selatan dengan calon gol indah. Berulangkali pula gagal. Penonton makin memuja para pemain Jerman dan kembali menyebut-nyebut ‘plastik’ saat pemain Korea Selatan tidak begitu andal mengayunkan bola. Di menit ke-23, Lee Jae-sung menerima kartu kuning atas kesalahan yang dibuatnya.
Korea Selatan benar-benar sangat lemah dalam pandangan penonton di layar kaca; mungkin juga di Kazan Arena, salah satu sudut Rusia yang saya tidak tahu di mana letaknya. Penonton benar-benar terkesima dengan permainan yang dibuat alot oleh pemain Jerman. Ozil membawa pengaruh besar dengan penguasaan ‘panggung’ sampai 80 persen dan telah menorehkan umpan sebanyak 150 kali.

Di mata pengamat atau hanya penikmat bola, Korea Selatan telah dibuat tidak berdaya. Plastik-plastik itu kian diburu dengan ejekan dan tak gagah di lapangan hijau. Salah satu tweet bernada ‘kasar’ saya kutip dari akun Twitter @ASR_Naufal23, “Bisa jadi kaki para pemain Korea hasil operasi plastik semua, makanya pada kuat semua gak loyo kaya daun kemangi pecel lele lamongan. #KORGER #WorldCup
Di saat permainan makin panas, penonton telah benar-benar sangat berharap Jerman harus menang. Namun, Ozil belumlah menampakkan kekuasaannya seperti saat bermain bersama Arsenal. Ozil kuat tetapi tidak cukup untuk mengalahkan agresifnya Heung-min. Jerman tentu berambisi menuntaskan permainan agar lolos 16 besar. Tetapi, Korea Selatan yang telah dianggap lemah bahkan lebih parah daripada harimau kelaparan. Korea Selatan terus menjegal, terbukti dengan diberikannya kartu kuning kepada S. Moon di menit ke-48 karena melakukan tekel terhadap Kroos.

Saat sang idola, Heung-min mendapatkan kartu kuning pada menit ke-65, suara aungan terdengar lebih menarik. Heung-min melakukan diving saat masuk ke dalam kotak namun tabrakan dengan Reus tidak bisa dihindari. Tentu saja, saat idola yang dipandang sebagai pembawa kesegaran kemenangan mendapat ‘tamparan’ maka sudah sulit mendapatkan harapan untuk terus laju. Gempita media sosial yang menaikkan #KORGER sebagai trending topic dunia tidak lagi mengenakkan.

Akun @clumsygyuu menulis, “Sebuah bukti bahwa orang yg kalian bilang plastik bisa main bola,
Entah kalimat ini bernada ejekan atau memang membela para oppa yang sedang berlaga. Jerman makin gesit untuk meraih kemenangan karena Korea Selatan makin terlihat lemah. Setidaknya, Jerman telah melepaskan 61 tembakan meskipun hasilnya kosong dan membawa kekecewaan di hati penonton. Desas-desus di dunia maya tidak bisa dikendalikan lagi. Semua sudah pasti yakin dan berharap banyak untuk Jerman yang segera lolos di fase Grup F.

Kian gesit pemain Korea Selatan, kain naik juga soal operasi plastik dan make-up tebal para pemain negeri Ginseng tersebut. Sang kiper yang putih berseri disebut memakai make-up tebal dan hasil olahan ‘plastik’ karena terus-menerus disorot kamera. Akun @cheriedelune mencuit, “Bahkan pemain bola Korea ga ada yang bedakan pas main bola? Lol. And they not as handsome as your so-called oppa,
Saya menemukan banyak sekali ejekan di linimasa dan sebagian besar telah yakin bahwa Jerman lolos fase grup. Korea Selatan di awal sampai hampir akhir babak disebut hanya bermain drama saja di lapangan hijau. Drama yang dimainkan oleh Heung-min bersama kawan-kawannya memang membuat Jerman was-was. Drama yang kian panas itu terjadi saat menit ke-92, Kim Young-gwon berhasil mematahkan semangat Jerman. Gol ini semula disebut offside sampai akhirnya wasit memutuskan keabsahan dari gol yang menuntaskan ejekan untuk Korea Selatan.

Saya menikmati gempita kekecewaan mereka yang membela Jerman. Gol ini seperti sebuah tendangan yang tiada ampun. Menit-menit terakhir yang menggoyahkan Jerman dari posisi teraman dan terkuat berdasarkan analisa pendukungnya. Warung kopi tempat nonton bareng yang semula gerah terhadap pemain Korea Selatan, berubah menjadi senyap. Tak ada lagi harapan. Beberapa menit setelah itu akan tuntas babak fase grup tersebut. Jerman harus mencetak gol lebih banyak dalam ilusi, namun lapangan hijau berkata lain saat Heung-min membabat habis pertahanan Jerman di menit ke-96. Gol dari Heung-min menjadi sebuah penutup yang sangat cantik di mana penjaga gawang Jerman, Heuer, entah berada di sisi mana.
Korea Selatan memang tidak masuk ke dalam 16 besar Piala Dunia 2018. Tetapi, mereka tetap menang di hati banyak orang karena mampu memulangkan sang penguasa lapangan hijau dan juara empat tahun lalu. Korea Selatan disebut menciptakan drama tersendiri dalam permainan melawan Jerman. Jerman bermain sangat aman, bola lebih banyak diarahkan ke gawang lawan tetapi hal itu tidak cukup untuk memotong adegan-adegan yang telah dilukiskan oleh Heung-min.

Tweet yang kemudian populer datang dari akun @andihiyat, “Fans Jerman nangis aja gapapa, kalau ditanya orang bilang aja abis nonton drama Korea,”
Cuitan dari akun @andihiyat ini telah retweet lebih dari 17 ribu pengikut dan disukai sebanyak 6.715 ribu orang. Ragam balasan muncul, ada yang ngakak, ada yang membela Jerman, dan tak lupa soal ‘plastik’ yang selalu menjadi ucapan terindah untuk pemain Korea Selatan. Netizen penggemar bola memang benar sangat kecewa dengan kekalahan Jerman. Netizen penggemar K-Pop menari-nari dalam tawa dan terus membela soal operasi plastik yang masih menjadi tabu.

Sebuah cuit yang lebih keren datang dari akun @indsane, “Jerman kalah sama Korea. Sebuah azab yang nyata untuk para laki2 yang suka menghina fans dan para Oppa.
Seperti ditampar. Saya pikir tepat sekali untuk mencekal ucapan soal operasi plastik dan juga hinaan untuk Timnas Korea Selatan yang sejak awal muncul dihina karena ‘plastik’ itu. Kemenangan ini meski tidak masuk 16 besar adalah sebuah prestasi yang cukup membanggakan untuk Korea Selatan bahkan Asia. Sulitnya lolos kualifikasi Piala Dunia menjadi satu alasan penting untuk tidak menghina negara yang dipandang lemah. Korea Selatan – selain Jepang – adalah negara yang langganan lolos Piala Dunia. Akhir dari kemenangan di babak fase grup dan mampu menyingkirkan Jerman adalah prestasi yang tidak bisa dibanding dengan tuduhan operasi plastik. Kemenangan ini bahkan jadi rasa malu bagi Jerman yang terlalu percaya diri.

Yang plastik aja bisa main piala dunia dan menang lawan Jerman! Lah apa kabar rang indo yang bisanya mengeneralisasi dan ngata ngatain Korea?” begitu akun @Fikri_M25 membalas tweet dari akun @indsane. Seolah, semua orang Korea Selatan adalah hasil olahan plastik sehingga terlihat tampan rupawan.
Dalam Piala Dunia 2018 tampak sekali diskriminasi penonton terhadap negara lemah seperti Korea Selatan. Tanpa disadari oleh penonton yang hanya membela negara kuat seperti Jerman, negara lemah yang dihina demikian indahnya bisa mengalahkan kekuasaan negara kuat. Tanpa saya sebut, kita sudah tahu negara-negara yang diunggulkan dalam Piala Dunia 2018 telah angkat koper. Dua di antaranya adalah Jerman dan Portugal yang gemerlap dengan bintang dunia.
Pertandingan Korea Selatan dengan Jerman menjadi sebuah babak yang benar-benar mengasyikkan. Ozil dalam sebuah posting menulis, “Having to leave the World Cup already after the group stage hurts so much. We just weren’t good enough. I’ll need some time to get over it. #SayNoToRacism #WorldCup #Russia2018 #M1O @dfb_team.”

Postingan di Instagram @m10_official ini telah disukai sebanyak 1 jutaan lebih dan dikomentari sebanyak 21 ribuan.
Heung-min juga memposting di akun Instagram @hm_son7 dalam bahasa Korea usai pertandingan mengharukan tersebut. Postingannya juga mendapat like 481 ribu lebih dengan komentar 21 ribuan.
Oppa-oppa yang dituduh operasi plastik telah menuntaskan mimpi Jerman di Piala Dunia 2018.

SHARE THIS

Author:

Teacher Blogger and Gadget Reviewer | Penulis Fiksi dan Penggemar Drama Korea | Pemenang Writingthon Asian Games 2018 oleh Kominfo dan Bitread | Contact: bairuindra@gmail.com

0 komentar: