Monday, July 30, 2018

Sulit Dicegah, Produsen Manufaktur Ini Hadirkan Smartphone Murah dengan Kamera Terbaik

Lahir sebagai produsen manufaktur terbesar di dunia bukan berarti harus berdiam diri saja saat perubahan masa terjadi. Hal ini terlihat dari aktivitas perusahaan asal China ini, Huawei, yang mulai bergerak untuk menyuguhkan yang berbeda kepada pengguna smartphone. Sisi menarik yang diambil kesempatan oleh Huawei ini adalah smartphone dengan teknologi Artificial Intelligence (AI). Sebagaimana diketahui bahwa penggunaan teknologi ini pada sector kamera membawa perubahan besar pada beberapa produsen dalam menghadirkan hasil foto. 

18 tahun lalu seni fotografi pada kamera ponsel atau telepon genggam telah digunakan dengan sensor CMOS 110.000 piksel. Cikal-bakal ini yang kemudian membuat produsen berlomba-lomba dalam menghadirkan sensor kamera dengan pengembangan terbaik mereka. Memang, jika membandingkan hasil foto kamera ponsel beberapa tahun ke belakang dengan hari ini sungguh berbeda. Hari ini, kita bicara sensor terbaik dengan kemampuan yang benar-benar unik sehingga layak diapresiasikan. 

Kita ketahui bahwa fearture phone sampai ke smartphone yang kamu pegang saat ini, telah melewati fase yang menakjubkan, inovasi tinggi dan fitur-fitur yang benar-benar mengagumkan. Bahkan, pergeseran ini telah terjadi tanpa bisa dihindari di mana lebih banyak orang menggunakan kamera smartphone daripada kamera digital. 

Kamera dengan sensor CMOS kita tinggal jauh di belakang, lalu kamera VGA juga sulit kita temui saat ini di mana rata-rata smartphone telah mengandalkan minimal 5 megapixel untuk kamera utama dan juga mendukung autofocus. Jika pun melihat lebih detail, permainan kamera smartphone saat ini lebih ke atas rata-rata di mana mengunakan di atas angka 10 MP untuk kamera depan, bahkan ada yang menarik menanamkan 20 MP untuk kamera depan agar mendapatkan hasil swafoto terbaik. 
Umumnya, orang menggunakan kamera smartphone dengan satu lensa saja. Tetapi, inovasi yang dihadirkan oleh Huawei tampaknya berbeda dari yang lain di mana mereka berani menempatkan lebih dari satu kamera untuk kamera utama. Huawei bekerjasama dengan Leica dalam rangka menghadirkan sisi kamera terbaik yang bisa kita temui di salah satu produk seperti P20 Pro. 

Huawei tentu saja tidak tinggal diam dengan “hanya” mengandalkankan kamera Leica semata. Teknologi yang lebih baru telah diadopsi untuk memberikan sentuhan terbaik untuk kamera Huawei ke depan. Teknologi AI tidak hanya kekinian tetapi memberikan sentuhan yang berbeda untuk hasil foto smartphone. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa manufaktur yang sangat mempengaruhi pasar saat ini dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu chipset, kamera, dan algoritma. 

Pertama soal chipset atau lebih mudah jika kita sebut dapur picu. Prosesor yang andal atau khusus sangat dibutuhkan untuk merealisasikan fitur AI dan juga mengakselerasikan proses fotografi. Huawei sendiri telah mengembangkan prosesor yang ramah terhadap teknologi AI ini yang dinamai Kirin 970. Prosesor ini sangat andal dan efisien karena memiliki NPU dalam memproses gambar sehingga tampak benar-benar bagus. 

Kedua soal kamera, Google pernah melahirkan produk terbaik untuk kamera di tahun 2017 di mana mereka mampu mengkombinasikan komputasi cloud dan algoritma dalam rangka membagi proses AI pada foto dan video. Hasilnya tentu saja kamera ponsel ini begitu menakjubkan dalam merekam objek. Meskipun, ponsel pintar Google ini sangat bergantung kepada koneksi jaringan internet untuk memuluskan aksinya. Mungkin saja, Huawei akan membuat penyempurnaan dalam sentuhan yang berbeda. 

Ketiga soal algoritma di mana rata-rata produk ponsel buatan China sangat mengandalkan bagian ini. Dalam memenuhi kebutuhan AI yang tinggi maka kekuatan utama dari CPU dan GPU sangat dibutuhkan seefisien mungkin. Maka, Huawei memberikan sentuhan berbeda dalam NPU yang khusus menangani masalah AI seperti yang telah dicapai oleh P20 Pro. 

Pengalaman terbaik ini tampaknya tidak mau dilepaskan oleh Huawei di produk premium saja. Ke depan, Huawei akan menanamkan fitur serupa untuk seri kelas menengah yang dikenal dengan Nova Series. Smartphone ini akan diperkuat dengan SoC kelas premium dengan kemampuan AI. Dapat ditebak bahwa Huawei akan menjualnya dengan rentang harga yang cukup bersahabat. 

Huawei akan meluncurkan smartphone kelas menengah ini dengan keunggulan kamera yaitu 24 MP dan 16 MP. Selain kamera utama tersebut, Huawei juga paham betul bahwa kamera depan telah memiliki peranan penting sehingga pemilihan 24 MP dan 2 MP dirasa sangat tepat. Penyempurnaan di kamera depan adalah dengan scene recognition di mana tidak hanya objek yang terlihat bagus tetapi latar belakang juga mengagumkan. 

Huawei tampaknya telah mengambil momen ini dengan baik dan sentuhan yang telah disebut di atas barangkali akan segera kita dapatkan di ponsel menengah mereka. Maka, kita tunggu saja bagaimana perkembangan dari penerus kesuksesan Nova 2i ini nanti di Indonesia!

SHARE THIS

Author:

Teacher Blogger and Gadget Reviewer | Penulis Fiksi dan Penggemar Drama Korea | Pemenang Writingthon Asian Games 2018 oleh Kominfo dan Bitread | Contact: bairuindra@gmail.com

0 komentar: