Wednesday, August 15, 2018

Sinkronisasi Soal UNBK Butuh Kesabaran dan Jaringan Internet Kencang

Sebelum ujian dimulai sesuai jadwal yang telah ditentukan, prosesnya tentu saja sangat berbeda dengan ujian tulis. Proses ujian tulis tidak serumit proses ujian berbasis komputer seperti tahun ini. Ujian tulis dengan mengambil naskah soal di kepolisian, menyerahkan kepada pengawas, melepas legel, membagikan kepada siswa-siswi yang siap untuk ujian, proses pengerjaan soal dengan tertib, pengawas menulis berita acara dan meminta tanda tangan peserta yang hadir, demikian seterusnya sampai ujian selesai.

Proses dimulainya ujian berbasis komputer justru berada di dua sisi, mudah dan rumit. Bagi kami di MTsN 1 Aceh Barat adalah pengalaman pertama sehingga termasuk ke dalam kategori kedua di mana belum ada gambaran apa yang akan terjadi setelah proses itu selesai. Proses sinkronisasi berada di mana memberikan pemahaman lebih besar apakah data dari server pusat berhasil masuk secara keseluruhan ke dalam server di komputer operator. 

Sebenarnya, sinkronisasi ini tidak serumit yang dibayangkan apabila jaringan internet berada pada taraf terbaik dalam siklus megabite, untuk mengunduh data cepat dari server pusat. Sinkronisasi hari pertama – untuk simulasi pertama – memang tidak berjalan semulus yang kami inginkan. Di mana jadwal sinkronisasi data di sore hari dengan jaringan yang tidak begitu baik sehingga selesai prosesnya hingga malam hari. 

Sinkronisasi dibutuhkan semua komputer server yang akan melaksanakan ujian berbasis kompurer. Data siswa maupun soal yang telah tersimpan di komputer server pusat – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan – akan diunduh dengan waktu download lebih kurang 15 menit dengan internet kencang. Dalam proses sinkronisasi ini terdapat beberapa item yang harus terunduh dengan sempurna dengan warna biru dan seimbang angka sebelah kiri dan kanan – berupa jumlah data yang akan diunduh. 

Proses sinkronisasi tahap pertama selesai kami telah berhasil menjawab tantangan yang selama ini menjadi ketakutan tersendiri. Proses sinkronisasi selanjutnya yaitu gladi bersih dan juga untuk ujian sendiri berjalan sebagaimana yang diharapkan. Sinkronisasi tidak mengalami hambatan dan tidak terdapat kejanggalan apalagi setelah memperbaharui aplikasi untuk pelaksanaan ujian berbasis komputer ini. 

Jauh sebelum sinkronisasi data, yang dibutuhkan adalah meng-instal aplikasi khusus untuk proses ujian berbasis komputer. Aplikasi ini tersedia untuk komputer server dan client. Sebagaimana diketahui bahwa untuk melaksanakan ujian tidak hanya mengandalkan browser bawaan dari komputer server atau client. Pelaksanaan ujian berbasis komputer membutuhkan aplikasi atau program pihak ketiga untuk kelancaran proses dan tidak terganggu dengan browser internet bawaan. 

Maka, dibutuhkan program Exambro yang terkoneksi dengan Google Crome versi terbaru. Exambro untuk komputer server dan client berbeda. Komputer server mempunyai program khusus yang dipisahkan di mana nanti akan memuat semua kebutuhan ujian begitu dilakukan login menggunakan akun madrasah. Komputer client dengan program terpisah hanya akan tersambung dengan komputer server setelah peserta ujian melakukan login dan menjawab soal yang diberikan setelah TOKEN aktif. 

Di sinilah proses yang membutuhkan waktu lebih lama, bukan terletak pada sinkronisasi data ujian di komputer server. Dalam waktu yang begitu mendadak, pengumpulan laptop siswa-siswi yang tergesa dan tersedianya Exambro versi terbaru yang lebih lamban membuat kami hampir bermalam di madrasah. MTsN 1 Aceh Barat seperti yang telah disebutkan memiliki 24 peserta tiap sesi namun untuk menghindari kendala berarti kami mendapatkan 30 laptop dari siswa. 

Jumlah laptop yang ‘sedikit’ namun membutuhkan proses yang lama untuk menginstal Exambro. Di mana, 30 laptop siswa bukanlah perangkat kosong tetapi penuh data berupa file, game, program yang banyak maupun video dan lagu-lagu. Kami tidak membuang data tersebut namun memastikan bahwa 30 laptop layak digunakan dari segi kecepatan kerja maupun ketahanan daya. 

Pertama dilakukan adalah menonaktifkan antivirus dan update Windows. Dalam meng-uninstal antivirus membutuhkan waktu yang lebih lama sehingga pekerjaan jadi tersendat-sendat. Antivirus dibuang untuk tidak memblokir aplikasi Exambro yang dianggap spam atau virus oleh antivirus itu sendiri. Dengan kata lain, apabila antivirus tidak dibuang maka program untuk ujian ini tidak dapat dibuka sama sekali. 

Setelah membuang antivirus maka proses selanjutnya adalah menentukan IP Address dari tiap laptop sesuai dengan urut dari komputer server – masing-masing sekolah akan berbeda. Penentuan ini penting sekali karena komputer client tidak menggunakan Wi-Fi melainkan kabel LAN untuk tersambung langsung ke komputer server. Dalam arti sebenarnya, yang terkoneksi ke internet itu adalah komputer server sedangkan komputer client terhubung ke komputer server. Internet mati di komputer server maka proses pelaksanaan ujian akan terkendala. 

IP Address yang diinput semua dipastikan tidak beradu pada angka terakhir, misalnya angka yang diurutkan berdasarkan dari batas angka yang telah ditentukan di komputer server. Jika komputer server membatasi sampai angka 200 maka untuk akhir angka di komputer client bisa memakai semua angka di bawah 200, dengan catatan 30 komputer client berbeda. 

Pemasangan Exambro UNBK tergolong mudah karena hanya mengandalkan shutcut tetapi jika salah penempatan program ini tidak akan berjalan. Salah satu sebab biasanya adalah Google Crome tidak mendukung sehingga harus mengunduh versi terbaru atau antivirus belum sepenuhnya terbuang sehingga memblokir aplikasi. 

Proses pemasangan program ini di MTsN 1 Aceh Barat bisa disebut berjalan lancar meskipun membutuhkan waktu lama. Setelah berhasil memasang program pada 30 laptop siswa, maka tugas selanjutnya adalah mencoba aplikasi ini berjalan lancar atau tidak bisa dibuka sama sekali. Tahap ini penting sekali dilakukan tidak hanya memastikan peserta ujian nanti mudah login tetapi aplikasi ini aman atau tidak untuk laptop yang dipilih. Jika laptop tidak sanggup menanggung beratnya aplikasi berjalan maka dengan cepat harus diganti dengan laptop lain. 

Informasi tambahan bahwa program UNBK dengan UAMBK berbeda sehingga kami melakukan dua kali pekerjaan dalam meng-instal aplikasi. Jika Exambro UNBK lebih mudah dan ringan, sebaliknya Exambro untuk UAMBK jauh lebih berat dan membutuhkan ruang lebih besar untuk menyimpannya. 
Siswa ikut UNBK 2018

Simulasi dan Gladi Bersih yang Mendekati Sempurna 
Dalam berproses, tidak selamanya berjalan mulus dan sesuai dengan yang diharapkan. Demikian pula dengan proses yang terjadi selama simulasi dan gladi bersih ujian berbasis komputer di MTsN 1 Aceh Barat. Simulasi pertama di madrasah kami mungkin adalah bagian terberat dari pelaksanaan UNBK nanti. Kami memang telah memberikan beberapa catatan penting kepada siswa-siswi namun penerapannya tidak selamanya berhasil. 

Pelaksanaan simulasi pertama lebih mengandalkan bagaimana cara siswa-siswi login, menjawab dengan benar – bukan jawaban benar – lalu mempelajari sistem yang ada di aplikasi di depan mereka. Saat siswa-siswi belajar dengan aplikasi yang sebenarnya mudah dengan klik saja pada kolom jawaban yang dianggap benar, maka aplikasi yang berjalan di komputer server juga membutuhkan perhatian. Di mana operator bisa melihat berapa butir soal yang telah berhasil dikerjakan siswa bersangkutan, berapa lama waktu berjalan, mencetak absen kehadiran dan berita acara sampai melakukan reset siswa yang laptopnya bermasalah. 

Pelajaran penting saat simulasi pertama dan kemudian juga di gladi bersih adalah sebagian kecil siswa-siswi masih gagap terhadap aplikasi. Masalah ini muncul mungkin karena grogi di depan komputer atau mempunyai ketakutan tersendiri terhadap ujian yang sedang berlangsung. Siswa-siswi yang mengalami masalah login memang tidak banyak, sebagian dari mereka yang mengalami masalah karena tidak bisa atau mungkin lupa cara menekah bintang (*) sehingga yang keluar adalah angka 8, maka tidak bisa login ke sistem. Meskipun berulangkali telah diajarkan untuk mengambil bintang hanya perlu menekan Shift + * namun tetap saja tidak mudah dicerna. 

Siswa-siswi yang mengalami masalah yang demikian kemudian ditemani sampai berhasil login dan memasukkan TOKEN yang telah ditulis di papan tulis. Diakui bahwa selama proses simulasi maupun gladi bersih ini, sebagian besar peserta ujian MTsN 1 Aceh Barat telah berhasil melewati proses tersebut. Faktor yang menyebabkan lancarnya proses ini karena kebiasaan mereka di depan komputer, entah cuma bermain game atau menggunakan internet semata tetapi kebiasaan ini menjadi tolak ukur bahwa mereka tidak gagap teknologi. 

Simulasi pertama kami tidak menekan kepada menjawab soal. Tiap sesi yang masuk selalu menekankan kepada pelajari sistem sehingga saat ujian lebih paham. Misalnya, untuk melihat butir soal siswa cukup menge-klik bilah sebelah kanan dan akan melihat warna nomor; putih, hitam maupun kuning. Warna hitam menandakan nomor tersebut telah dijawab, nomor putih belum terjawab dan nomor kuning masih ragu-ragu. 

Pembiasaan lain adalah mengarahkan panah selanjutnya atau sebelumnya dan juga ragu-ragu sehingga siswa yang bersangkutan mudah menjawab nomor-nomor yang belum terisi. Selain itu, pemberitahuan waktu berjalan di sebelah kanan atas menjadi patokan siswa-siswi dalam menjawab soal sesuai waktu berjalan. Informasi waktu ini akan langsung muncul begitu siswa login dan memasukkan TOKEN mata uji yang diujiankan. Informasi waktu ini akan hilang sekitar 15 menit dari waktu selesai mengerjakan soal. 

Simulasi dan gladi bersih UNBK yang dilaksanakan di MTsN 1 Aceh Barat bisa disebut telah mendekati sempurna meskipun terdapat kesalahan di beberapa bagian. Di antara masalah itu adalah tidak tepat waktu jaringan tersambung dari server komputer ke server pusat. Di mana saat ditelusuri bahwa server pusat belum membuka akses ujian sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan. Kendala lain adalah saat internet bermasalah yang kemudian teratasi saat pihak berwenang terlibat langsung dalam memecahkan masalah ini. 

Apabila ditelusuri secara keseluruhan memang tidak ada banyak faktor yang membuat simulasi maupun gladi bersih ini mendapatkan hambatan, termasuk dari peserta ujian. Siswa-siswi yang telah login hanya di hari pertama saja mengalami masalah berarti dan untuk hari-hari berikutnya telah terbiasa bekerja dengan sistem. Saat satu atau dua orang siswa yang mengalami masalah teknis seperti laptop yang mati tiba-tiba atau kabel LAN yang tanpa sengaja tercabut, pelaksanaan simulasi maupun gladi tidak berhenti karena hal yang begitu cepat diatasi itu. 

Kami sudah sebut di awal bahwa baik simulasi maupun gladi bersih bukan jumlah soal benar yang menjadi patokan tetapi lebih kepada bagaimana peserta ujian akrab dengan sistem. Maka dari itu, penekanan ini kami pikir telah berhasil dilaksanakan oleh peserta ujian tanpa kendala berarti.

SHARE THIS

Author:

Teacher Blogger and Gadget Reviewer | Penulis Fiksi dan Penggemar Drama Korea | Pemenang Writingthon Asian Games 2018 oleh Kominfo dan Bitread | Contact: bairuindra@gmail.com

0 komentar: