Wednesday, November 21, 2018

Catatan Penting dari Teknisi dan Operator UNBK

Teknisi dan operator adalah 2 tokoh penting dalam pelaksanaan UNBK di semua sekolah dan madrasah. Kedua orang ini memastikan bahwa ujian berbasis komputer dapat berjalan dengan aman, lancar dan tanpa kendala yang berarti. Keduanya juga yang terlibat aktif dalam memulai dan mengakhiri proses pelaksanaan ujian berbasis komputer ini.
Siswa mengikuti UNBK dengan penuh konsentrasi.
Catatan apa yang sebenarnya harus dibuat oleh teknisi maupun operator? Jika ingin dikalkulasikan tentu saja sangat banyak sekali. Teknisi terlibat langsung terhadap perangkat pendukung ujian seperti laptop, jaringan LAN dan lain-lain. Operator tak lain sosok yang tidak hanya melakukan sinkronisasi tetapi juga yang akan memastikan bahwa pelaksanaan ujian berlangsung aman. 

Soal tugas dan tanggung jawab dari teknisi dan operator sudah tertuang dalam peraturan pelaksanaan UNBK itu sendiri. Kami menilai itu sangat tentatif karena ketika di lapangan sangat jauh berbeda. Pelaksanaan ujian berbasis komputer di MTsN 1 Aceh Barat memang memiliki teknisi dan operator tetapi pada pelaksanaan, keduanya saling membantu satu sama lain. Hal ini yang kemudian membuat pelaksanaan ujian lebih ringan dan tidak menemukan kendala yang berarti. 

Pelaksanaan UNBK di MTsN 1 Aceh Barat telah selesai dilaksanakan. Selama proses tersebut, peserta ujian cukup kooperatif dalam mengerjakan soal dan menggunakan waktu dengan baik. Kendala yang telah disebutkan sebelumnya dapat kami atasi dengan mudah seperti dengan sigap mengganti laptop yang bermasalah dengan laptop lain, menulis kembali TOKEN yang berganti setelah 15 menit lalu meminta siswa melanjutkan ujian. 

Kendala yang paling dirasakan adalah kekhawatiran saat pelaksanaan ujian itu sendiri, baik mengenai laptop, jaringan internet maupun koneksivitas dari komputer server ke server pusat yang terkendala. Di hari pertama pada sesi pertama UNBK manakala server pusat belum membuka akses, kami begitu khawatir tentang semangat peserta ujian yang akan padam karena harus menunggu 1 jam. Begitu pula saat satu laptop terputus jaringan karena kabel LAN bergeser, harapan siswa yang bersangkutan adalah kepada kami yang ada di dalam ruang ujian tersebut. 

Jika berbicara tentang perangkat pendukung, kami selalu waspada terhadap laptop yang mungkin saja bermasalah. Efek dari ini tentu saja pertanyaan siswa yang bersangkutan mengenai laptop miliknya. Kami pikir wajar jika siswa khawatir karena laptop termasuk ke dalam barang mewah yang akan digunakan dalam waktu lebih lama. Maka dari itu, alangkah baiknya perangkat pendukung ujian ini disediakan oleh pemerintah. 

Catatan penting dari pelaksanaan ujian berbasis komputer di MTsN 1 Aceh Barat telah membuka jalan terbaik untuk proses ujian itu sendiri. Dukungan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan karena ujian model ini tidak serupa dengan ujian model lama. Salah strategi dan tidak begitu paham akan sistem, maka pelaksanaan ujian bisa berdampak tidak baik. Kendala yang kami hadapi selama proses ujian memang tidak serumit yang madrasah lain alami, tetapi kendala ini kemudian menjadi catatan untuk melaksanakan ujian serupa di tahun-tahun berikutnya. 

Tahap demi tahap kami nikmati bersama peserta ujian karena dengan itu proses yang dilewati tampak sangat mudah. Kami selalu memastikan bahwa peserta ujian mampu melakukan login dengan benar, memasukkan TOKEN dengan cepat dan logout dengan sempurna. Salah satu alasan kenapa kami tidak membenarkan peserta ujian membawa pulang kartu ujian karena saat salah satu siswa lupa logout, maka kami yang akan melakukannya tanpa mengubah jawaban. 

Kenapa logout peserta ujian sangat dibutuhkan? Proses ini adalah mengakhiri ujian yang sedang dilaksanakan. Jika siswa tidak melakukan logout lalu komputer server memutuskan hubungan maka bisa dipastikan – kemungkinan – jawaban siswa bersangkutan tidak dapat dikirim. Di dalam sistem komputer server sendiri telah disebutkan dan terlihat dengan jelas siapa saja yang berhasil logout dan tidak. Himbauan yang tertuang di sana adalah memastikan bahwa semua siswa telah logout sebelum data ujian dikirimkan ke server pusat. 

Teknisi dan operator tidak bisa terlena dan bahkan meninggalkan peserta ujian sendirian di dalam ruangan. Kami secara bergantian di dalam ruangan apabila salah satu akan mengerjakan tugas lain. Hal ini dilakukan karena saat terjadi kendala teknis bisa langsung diatasi dengan segera. Jika tidak diatasi dengan cepat maka siswa yang bersangkutan akan ketinggalan waktu mengerjakan soal berikutnya. 

Pekerjaan yang dilakukan bersama-sama ini pula yang membuat pelaksanaan UNBK di MTsN 1 Aceh Barat tidak mengalami banyak masalah. Patut disyukuri bahwa hasil kerjasama ini membawa pengaruh besar terhadap hasil ujian meskipun tidak berada di angka 1 pencapaian secara keseluruhan. Kami telah menjawab tantangan dan tidak ada seorang siswa pun yang gagal dalam ikutserta ujian berbasis komputer ini. 

Maksimalnya pelaksanaan UNBK di mata kami bukanlah hasil akhir tetapi proses panjang yang dilalui itu sendiri. Proses tahap demi tahap ini tidak akan pernah bisa diganti dengan hasil sempurna sekalipun. Kami bersyukur bahwa peserta ujian tidak hanya bersenang-senang dalam menjawab soal tetapi mampu menghadirkan wajah baru dalam proses ujian. Hal ini tentu saja sangat berpengaruh kepada adik tingkat yang akan ujian tahun depan. 

Sikap tanpa beban yang dihadirkan peserta ujian tahun ini semacam promosi untuk peserta ujian tahun depan. Selama ini adalah ketakutan tersendiri soal UNBK karena belum terlibat dan tidak tahu celah mana yang akan ditempuh jika mengalami masalah. Dengan selesainya ujian berbasis komputer tahun ini, dengan demikian telah berhasil kami mengantarkan masa depan mereka ke ambang lebih tinggi.

SHARE THIS

Author:

Teacher Blogger and Gadget Reviewer | Penulis Fiksi dan Penggemar Drama Korea | Pemenang Writingthon Asian Games 2018 oleh Kominfo dan Bitread | Contact: bairuindra@gmail.com

0 komentar: