Monday, November 19, 2018

Sistem CAT BKN Sebuah Hal Baru Rekrut Pegawai


Bicara soal tes pegawai negeri yang baru saja usai maka kita langsung dihadapkan pada sistem CAT BKN yang katanya unggul tersebut. Sistem CAT sendiri tak lain adalah proses menjawab soal dengan bantuan komputer dan jaringan untuk menyaring peserta secara transparan. Computer Assisted Testing System (CAT) merupakan hal baru di Indonesia bahan dunia. Negara yang maju seperti Korea Selatan saja belum menggunakan sistem ini. Padahal, negeri ginseng tersebut telah sangat maju dalam hal teknologi. Namun, Indonesia bisa disebut maju selangkah dalam hal ini.

Dalam sistem CAT yang telah dipuji banyak orang ini memang unggul jika mau menilainya dari segi transparan dan kecepatan. Di mana, peserta langsung mengetahui hasil akhir dari soal-soal yang telah dijawab – terlepas dari passing grade yang menjadi monster banyak sebagian besar peserta tes CPNS tahun ini. Sistem CAT yang terintegrasi dengan internet melalui kabel LAN ke komputer server memang menarik di mana sistem ini juga diterapkan pada pelaksanaan UNBK mulai tahun ini.
Ujian dengan komputer.
 Perekrutan pegawai melalui sistem CAT dimulai dari proses pendaftaran sampai proses tes. Yang mana peserta hanya perlu duduk di depan komputer lalu melewati tahap demi tahap untuk sampai akhirnya diketuk palu lulus. Di satu sisi, sistem CAT memang sangat unggul karena meminimalkan penggunaan kertas dan hemat waktu. Artinya, jika jadwal ujian pukul 07.30 maka TOKEN atau PIN untuk masuk ke sesi ujian tidak akan bisa digunakan lagi selepas sesi yaitu usai 90 menit.

Nah, sistem CAT membuat sesi-sesi ujian yang menarik. Misalnya ada 5 sesi tiap harinya. Maka, tiap peserta yang telah terdaftar di sesi I secara otomatis tidak bisa ikut ujian di sesi II jika terlambat datang atau karena alasan lain. Meskipun, bisa diolah oleh operator sistem tersebut tetapi hal ini mengajarkan kedisiplinan sebelum lulus – sekali lagi, terlepas dari kesalahan teknis misalnya mati lampu atau jaringan error.

Sistem CAT dengan Kelebihan dan Kekurangan
Sistem ujian model begini memang mendapatkan kelebihan, seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya. Kelebihan lain adalah ketepatan waktu, yang mana selain disiplin untuk masuk ke dalam ruang ujian juga peserta dapat melihat sisa waktu masih ada dalam mengerjakan soal. Komputer secara otomatis akan menghitung mundur waktu jika peserta tes telah melakukan login, memasukkan PIN atau TOKEN.
Sistem CAT BKN.
 Waktu yang diatur ini sebenarnya menarik sekali yang mana peserta bisa mengalkulasikan sendiri berapa menit – atau detik – satu soal harus selesai dikerjakan. Peserta juga tidak perlu bertanya kepada pengawas soal batas waktu yang tersisi. Apabila waktu telah habis dan peserta belum menekan tombol ‘Selesai’ maka komputer akan otomatis mengakhiri proses dan hasil ujian langung keluar dengan sendirinya.

Bukan berarti sistem CAT tidak memiliki kekurangan. Barangkali, ini yang akan menjadi masukan kepada BKN nantinya dalam memperbaiki sistem agar putra-putri terbaik tidak terjebak dalam tes sampai akhirnya gagal ujian. Salah satu adalah server yang digunakan haruslah lebih besar – meskipun belum sanggup menyediakan sebesar Facebook atau Google. Dalam sekali ujian – katakanlah – 800 peserta di sesi tersebut. Maka, tiap detik, peserta akan menjawab. Jika di sistem konvensional adalah membulatkan dengan benar maka di sistem CAT komputer client akan melakukan ping jawaban atau mengirim jawaban ke komputer server.

Nah, jika dalam proses terjadi kesalahan, maka di antara 800 peserta di sesi tersebut bisa saja seperempat dari mereka gagal ping jawaban. Jika gagal mengirim jawaban karena server sibuk maka jawaban mereka tidak akan masuk. Lebih jelasnya, bahwa meskipun di komputer client telah terjawab tetapi belum terekam di komputer server. Hal ini, tentu saja peserta dimaksud tidak akan mendapatkan nilai.

Maka, di tahun depan – atau di tahun kapan ujian CAT kembali dilaksanakan – BKN wajib menyediakan server yang cakupannya lebih besar. Jaringan lebih baik dan komputer ujian juga lebih baik agar tidak merugikan peserta tes.

Sistem CAT telah dilakukan dalam merekrut calon pegawai tahun ini. Intinya, dalam menjawab soal sama saja tetapi proses yang berbeda. Sistem CAT BKN ini mendapat perhatian dunia di mana World Bank memasukkannya ke dalam kategori Civil Service Management.

In Indonesia, the Civil Service Agency (BKN) succeeded in introducing a computer-assisted testing system (CAT) to disrupt the previously long-standing manual testing system that created rampant opportunities for corruption in civil service recruitment by line ministry officials. Now the database of questions is tightly controlled, and the results are posted in real time outside the testing center. Since its launch in 2013, CAT has become the defacto standard for more than 62 ministries and agencies,” sebut Bank Dunia dikutip dari liputan6.com (15/11/18).
Suasana ujian CAT BKN.
Unsur inovasi yang dinilai adalah sebagai berikut!

1. Aspek Political Leadership, di mana sistem CAT ditetapkan sebagai sistem rekrutmen CPNS di seluruh kementerian, 

2. Aspek Teknologi, di mana penggunaan teknologi untuk transparansi, keamanan dan kecepatan proses,
   
3. Aspek Transparansi, di mana sistem proses secara terbuka dan real time (langsung), 

4. Aspek Kapasitas Institusi, di mana kesanggupan semua kementerian dan kelayakan sistem sebelum ujian. 

Di akhir, apapun sistem yang dipakai pemerintah kita harapkan mendapatkan pegawai yang unggul. Jangan hanya pegawai yang tidak kreatif dan inovatif. Toh, sistem CAT bisa dikerjakan meskipun peserta tidak mahir komputer sama sekali!

SHARE THIS

Author:

Teacher Blogger and Gadget Reviewer | Penulis Fiksi dan Penggemar Drama Korea | Pemenang Writingthon Asian Games 2018 oleh Kominfo dan Bitread | Contact: bairuindra@gmail.com

4 comments:

  1. Sistem yang bagus tapi banyak SDM yang gagal lolos, mungkin bisa diakali dengan passing grade yang lebih rendah

    ReplyDelete
  2. Wah, begitu ya bang. Ternyata kalau servernya sibuk bisa jadi jawaban kita tidak terkirim ya. Untuk tes CPNS Yel belum pernah coba, tapi waktu ujian kompetensi perawat kami juga menggunakan CAT. Alhamdulillah lulus dalam sekali tes.

    ReplyDelete