Selamat Tinggal Blog 'Baling-Baling' yang Banyak Makan Kuota dan Lambat

Dulu, sebelum adanya smartphone, kita hanya bisa membalas ‘beberapa’ pesan saja melalui Short Message Service (SMS). Kenangan lalu, di antara kita rela menunggu jam 00.00 untuk mendapatkan paket telepon murah. Masa itu, orang-orang pacaran mengandalkan ‘cuap-cuap’ tengah malam agar dapat berhemat, baik hubungan mereka dekat maupun Long Distance Relationship (LDR). Mungkin, dulu tidak terekam dengan indah, tidak ada CCTV atau bahkan kawan sekamar yang memotret karena terganggu aktivitas tersebut. Antara kawan sekamar kontrakan sudah sama-sama memahami satu sama lain dan kebiasaan itu terus terjadi sampai 2009. Tahun di mana BlackBerry Messenger (BBM) menjadi primadona meskipun ponsel pintar BlackBerry masuk ke Indonesia sekitar tahun 2004.

Saya ikut terbuai dengan suasana feature phone. Saya mengingat daya tarik yang luar biasa meskipun memangkas jadwal tidur rutin. Di kontrakan saya waktu itu, antara tahun 2006 sampai 2009, tiap malam minggu hampir semua orang menyendiri. Masing-masing mengaktifkan paket hemat telepon dan terkikik seorang diri – dengan pasangannya yang baru saja bertemu beberapa jam lalu. Kenikmatan itu hanya dimiliki oleh mereka yang pernah memadu kasih di era tersebut.

Pergerakan yang cepat, pengenalan yang teramat jauh melesat lepas dari 2009. Saya yang gagap masa itu, ikut terlarut dalam gaya hidup smartphone. Pesan melalui BBM menjadi ikonik dan di mana-mana orang akan bertanya, “Berapa PIN kamu?”

Orang-orang bertanya karena internet menjadi ‘lebih murah’ dibandingkan biaya SMS atau telepon. Pesan melalui BBM lebih akurat dengan foto bahkan terkirim dan sudah dibaca – yang semula hanya dinikmati pada Yahoo! Messenger. Masa yang terus berbenah, ponsel pintar Android masuk dengan seketika dan langsung membungkam BlackBerry. Layar sentuh lebih besar, penetrasi yang lebih baik dan ragam aplikasi menarik menjadikan ponsel Android primadona. Meskipun, iPhone telah terlebih dahulu muncul namun hanya bermain di kelas atas saja.

Nah, mulailah era smartphone dimulai. Semua hal berpindah ke ponsel pintar. Akun e-mail. Pekerjaan. Foto-foto dan video mudah direkam dan dibagikan. Berita mudah dibaca. Share media sosial seperti Twitter dan Facebook menjadi idola semua kalangan. Di akhir, penulis di internet makin mudah mendapatkan rezeki dengan adanya blog.
Baca informasi lebih mudah di mobile.
Benar sekali. Jika dulu saya bermain Multiply hanya mampu di warung internet seminggu sekali, begitu menggunakan blog dan media sosial, tiap menit bisa membaca apa yang dibagikan. Blog menjadi menarik. Orang yang semula termenung, mendapatkan pekerjaan dari internet – meski tanpa atasan dan bawahan. Semua dikendalikan oleh diri sendiri. Semua artikel mudah dibaca, di mana saja dan kapan saja.

Sampai kini, perubahan dunia blogging sangat berarti dan signifikan. Pengaruh blog sangat besar karena mudah diakses melalui smartphone ‘cuma’ bermodal paket data bulanan. Apa yang kamu cari saat ini telah ditulis di blog oleh pakarnya masing-masing. Review smartphone terbaru dimuat oleh banyak sekali blog. Tips jalan-jalan murah ditulis dengan santai oleh traveler. Berita yang dulunya hanya ditunggu di media cetak esok hari sekarang dengan mudah menjadi trending topic. Blogger memiliki banyak sekali ‘ramuan’ sehingga tulisan yang dihadirkan menarik, unik dan memiliki nilai jual tinggi.

Jika saat ini ditanya siapa pembaca blog? Saya berani menjawab pengguna smartphone. Di banyak tempat yang saya singgah adalah ‘seseorang’ yang tak bisa lepas dari smartphone. Orang yang bahkan sama sekali nggak bisa mengoperasikan komputer, di era smartphone dengan mudah menyebut, “Cari saja informasinya di Google!” yang menandakan bahwa dirinya melakukan hal serupa.

Fenomena Pengguna Internet dengan Smartphone di Indonesia

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) mengeluarkan data penggunaan smartphone di Indonesia untuk tahun 2017. Hasil survei diunduh melalui apjii.or.id/survei dengan memasukkan e-mail aktif untuk mendapatkan laporan dalam bentuk PDF. Data ini sejalan dengan pemikiran saya, di mana sebagian besar pengguna internet datang dari smartphone. Hal yang pasti, smartphone mudah dibeli, banyak produk murah dan penetrasi jaringan internet yang jauh lebih murah daripada komunikasi konvensional.
Perangkat yang digunakan untuk akses internet - apjii.or.id
Indonesia termasuk negara terbanyak pengguna internet. Di mana dari 262 juta penduduk, 143,26 juta adalah pengguna internet aktif dan 44,16% internet diakses melalui smartphone. Peningkatan akan mungkin terjadi, mengingat ragam produk dihadirkan dan tawaran paket internet murah dari banyak provider telekomunikasi.

Selain main game, pengguna internet di Indonesia sangat konsumtif terhadap media sosial dengan persentase 87,13%. Tentu, media sosial tidak sekadar update status atau chat semata namun membaca informasi yang dibagikan ke halaman. Di sinilah kedudukan blog berada di tingkat teratas karena pengguna media sosial saat ini ‘bebas’ mau membagikan atau membaca berita tanpa perlu tahu apakah itu dari kanal berita resmi atau sebuah blog. Asalkan judul menarik dan unik maka share akan dilakukan, baca sekilas lalu diterima manfaatnya. Tulisan yang menarik akan diingat dalam waktu lama, tulisan berupa tips-tips akan disimpan dalam bentuk notes. Semua itu dilakukan oleh blogger meskipun nama mereka terkadang disamarkan.
Rata-rata pengguna internet - apjii.or.id
Rata-rata pengguna internet saat ini mengakses data melalui mesin pencari – Google. Saya sendiri sadar betul bahwa banyak sekali data yang diunduh untuk kebutuhan mengajar maupun blog. Search Engine menduduki peringkat teratas dan tidak bisa dipungkiri lagi bahwa sebuah ponsel Android mau tidak mau telah tertanam Google Crome yang memudahkan akses masuk. Saat bingung soal satu kata – misalnya cara menghemat paket data internet – adalah Google Crome yang saya buka. Apa yang saya temukan kemudian tak lain blog-blog personal yang menulis tips dan cara menghemat data internet tersebut.

Blog dengan kebutuhan tertentu menyediakan materi yang mudah untuk diunduh. Aktivitas mengunduh data, membaca artikel bahkan jual beli dengan mudah dilakukan di smartphone. Perilaku ini diambil kesempatan oleh blogger untuk menulis keinginan atau apa yang sedang tren di blog mereka. Aktivitas chatting sendiri menempati urutan teratas dengan 89,35% yang tak bisa dipungkiri dijadikan oleh blogger sebagai media untuk mempromosikan postingan blog mereka.
Chatting menduduki urutan pertama saat ini - apjii.or.id
Saat mau tidur, smartphone yang dilihat. Bangun tidur juga demikian. Perilaku ini terjadi di mana-mana karena kemudahan akses itu sendiri. Penggunaan laptop sulit sekali karena dalam bentuk lebih besar, hidupnya lama, mau akses internet tidak otomatis sehingga smartphone menggantikannya dengan mudah. Apa yang dibaca saat mau tidur atau bangun di pagi hari, tak lain adalah blog-blog berisi informasi atau berbalas pesan di grup chat. APJII menyebut bahwa 7 jam waktu yang dihabiskan remaja rentang usia 13-18 tahun dalam bermain internet.
Rata-rata durasi akses internet - apjii.or.id
Rentang usia pengguna internet - apjii.or.id
Jika dilihat dari hasil survei ini, tentu saja usia produktif yang cepat jenuh adalah pengguna internet aktif. Saya akan langsung menekan close atau tanda silang di sebelah kanan atas apabila blog yang dikunjungi lambat respon. Bayangkan jika mereka yang di usia remaja, sedang mencari trik-trik khusus saat bermain Mobile Lagends tetapi blog yang diakses lambat sekali, penuh infografis atau gambar ukuran besar, maka mereka akan pindah ke blog lain yang lebih cepat meskipun bertabur iklan.

Sasaran kita sebagai penulis blog adalah mereka di usia 13 sampai dengan 35 tahun. Kenapa demikian? Karena ‘memang’ mereka yang aktif dan kreatif, mereka yang memiliki ide segar, mereka yang mau mengambil risiko dan mereka juga yang banyak menonton Youtube maupun bermain game dalam waktu lama!

Alasan Sebuah Blog Ditinggal Pembaca

Orang yang tidak on-time akan ditinggal, bukan? Orang yang demikian selalu saja ada alasan soal keterlambatannya. Namun, bagi kita yang tahu tentang dirinya paham betul bahwa dia benar-benar tidak menghargai waktu. Perilaku di dunia maya juga demikian. Blog yang lambat akan ditinggal karena banyak sekali alasan; terutama pengguna internet tidak mau menunggu lama.

Bicara pengguna internet saat ini – berdasarkan data yang sudah saya sebutkan – didominasi oleh mereka di usia muda. Sifat mereka yang masih labil sangat memengaruhi tabiat di dunia maya. Mereka mencari informasi bagaimana mengalahkan Lolita yang agresif di Mobile Legends, mereka butuh blog yang cepat karena game tidak bisa ditinggal lama menurut definisi mereka sendiri. Sasaran kita sebagai pemilik blog tentu saja loading cepat, kita buat mereka yang saya sebutkan ini mau bertahan di artikel yang kita tulis.

Loading Lambat

Alasan sebuah komputer loading melambat karena banyak sekali data; terlepas jenis prosesor maupun RAM yang dipakai. Ibarat sebuah kendaraan, makin banyak muatan makin tersendat-sendat pula ia berjalan. Demikian pula dengan sebuah blog. Makin hari blogger akan setia dengan konten terbaik dan unik. Tiap konten ‘diwajibkan’ memiliki gambar agar daya tarik makin kuat. Makin lama, konten makin banyak yang artinya ‘muatan’ di ‘kendaraan’ online kita ini makin berat.

Dalam hal ini, kita sebagai pengendali hanya perlu menyiasati agar muatan yang banyak bisa terangkut tanpa mengurangi apapun. Muatan sebuah blog tak lain artikel, foto, video, infografis maupun beberapa skrip yang menjadi bagian lambatnya akses. Tentu, sebagai blogger tidak bukanlah perusahaan besar yang mau dan mampu membeli paket lengkap sebuah situs dengan penyimpanan besar dan harga mahal. Kita bermain aman dengan mengelola secara tepat dan mudah. Aturan yang sebenarnya harus kita sadari dan garisbawahi adalah tulisan ‘hanya’ perlu didukung oleh gambar-gambar saja. Ingat, pembaca kita bukanlah akademisi yang perlu penelitian soal infografis maupun hasil survei yang detail. Pembaca kita bebas dan mereka hanya mau bertahan di blog kurang dari 30 detik. Lebih dari itu, blog tak terbuka maka keputusannya adalah ditinggal pergi.

Coba bandingkan dengan media arus utama yang tiap hari memposting berita dalam jumlah ratusan untuk berbagai kategori. Meski data di website media online ini begitu banyak tetapi aksesnya cepat. Salah satu faktor adalah gambar ‘hanya’ terdiri dari satu saja dalam ukuran kecil.

Gambar dalam Ukuran Besar

Mari kita langsung lihat mengapa sebuah website atau blog itu kesulitan bertarung dalam data internet karena pengaruh gambar. Sebuah gambar yang diambil melalui kamera biasanya akan memiliki piksel 4.000x3000 atau lebih dari itu. Masing-masing kamera – baik smartphone maupun DSLR – akan memiliki angka tertentu misalnya 4.245x3.221 piksel. Ukuran ini dalam program standar di komputer saja seperti Paint sangat besar sekali. Jika kita ingin melihatnya maka harus mengecilkan ukuran atau menarik kursor ke atas/bawah atau kiri/kanan.

Bayangkan jika gambar yang besar ini kita upload mentah-mentah ke blog. Meski kamu berada di jaringan internet kencang, gambar tersebut harus melalui kompresi yang cukup lama karena tidak dikecilkan secara manual (offline). Kompresi secara manual tidaklah sulit, saya memakai Paint yang otomatis tersedia di Windows. Saya cenderung menggunakan apa yang ada daripada belajar lagi di program lain yang menghambat kecepatan kerja. Untuk edit gambar kamu bisa memilih antara Paint atau Adobe Photoshop.
Gambar dengan ukuran sebenarnya di Paint.
Gambar yang sudah dikecilkan ukurannya di Paint.
Saya merasa bahwa perbedaan keduanya sangat mencolok. Pada beberapa laptop dengan spesifikasi rendah, membuka Paint saja bisa memakan waktu lama padahal tidak sedang terkoneksi ke internet. Saat terhubung ke internet maka kinerja laptop akan dipaksa dua kali lebih keras sehingga tak hanya Google Crome saja yang lambat tetapi aktivitas offline seperti membuka Folder maupun Microsoft Word akan ikut melambat.

Sebenarnya, untuk gambar yang di-upload ukurannya bisa disesuaikan sendiri. Saya lebih menyenangi membuat gambar jadi persegi panjang sebelum dikecilkan dalam skala 1.000x700 atau biasanya saat memasukkan 1.000 di Horizontal maka ukuran Vertikal akan mengikuti secara otomatis. Selain cepat akses blog, meminimalkan penggunaan media penyimpanan juga saat upload tidak membutuhkan waktu lama. Apakah hasilnya akan pecah? Kamu bisa lihat gambar di header tulisan ini yang telah di-crop dan diubah ukurannya.

Template Responsif

Sebenarnya, soal template ini menjadi sebuah hal yang sangat serius dalam membangun blog. Sama halnya seperti kita melihat orang yang langsung suka pada pandangan pertama meskipun belum mengetahui tabiatnya. Template blog juga demikian, tetapi soal cepat atau tidaknya itu adalah urusan lain. Template yang menurut kita itu ‘enak’ dilihat belum tentu bersahabat dengan loading.

Saya selalu menyarankan kepada teman-teman dekat blogger untuk mengganti template blog mereka. Tentu saja, pengaruhnya sangat besar sekali untuk menghemat data saat akses dan waktu tunggu yang tidak membosankan. Untuk blogger pemula yang sering bingung soal skrip HTML atau Plugin tertentu, saya lebih menyarankan untuk mengganti template. Saat ini, ragam template gratis bisa diunduh dengan mudah dan disesuaikan dengan gaya blog masing-masing.

Satu skrip HTML atau satu Plugin saja yang salah tempat bisa berakibat fatal terhadap kecepatan blog. Tanpa kita sadari, skrip tertentu yang kita sendiri tidak tahu harus menghapusnya bisa membawa pengaruh besar terhadap ‘responsifnya’ sebuah blog. Daripada mencari skrip yang ‘salah’ ini sampai membuat blog kian amburadul lebih baik mengganti saja template lain.

Coba-coba tak lain proses yang akan dirasa manfaatnya. Belajar kepada mereka yang profesional tentu membutuhkan biaya mahal. Tetapi, belajar sendiri dengan bongkar pasang template bisa menjadi pelajaran terbaik. Jika tidak mau blog utama terganggu, kamu bisa mencoba ke blog lain sebelum diterapkan nantinya. Jangan lupa untuk membuka blog yang diubah template tersebut dalam versi desktop dan mobile. Jika tak lebih 30 detik sudah terbuka, maka template tersebut telah aman digunakan.

Artikel Dibagi dalam Banyak Halaman

Tanpa saya sebut, barangkali kamu tahu ke mana arahnya. Blog personal bukanlah media massa online dengan judul klik bait dan mendatangkan pembaca dalam jumlah besar. Kita lebih bisa disebut ‘suka-suka’ kemudian mendapat ‘undian’ berhadiah. Pembaca kita yang datang dan pergi akan sangat terbeban dengan artikel yang dibagi perhalaman. Satu halaman hanya memuat 2 sampai 3 paragraf pendek, lanjut ke halaman berikutnya sampai 4 halaman dengan iklan bertaburan.

Pembaca di usia produktif sangat memahami hal demikian dan langsung menekan tanda silang di sudut kanan atas. Kita sebagai pemilik blog bukan saja dirugikan sekali tetapi berkali-kali karena kehilangan kepercayaan. Artikel yang dibagi perhalaman sejatinya juga menghambat kinerja blog karena tiap akses membutuhkan internet. Pembaca tidak hanya membuang paket data untuk itu saja tetapi untuk iklan yang tayang dari awal, iklan dalam bentuk video yang terus terputar otomatis, artikel yang dimuat seperti semula maupun iklan ‘tanpa’ klik yang sangat menganggu.

Perlu dipahami bahwa pembaca di internet saat ini lebih pintar daripada penyedia konten itu sendiri. Mereka paham betul bahwa artikel berhalaman itu hanya memuat informasi tidak komplit. Mereka cari yang instan, cepat dan terarah tanpa perlu mengeklik berulangkali. Tampil indah mungkin benar tetapi kita harus memikirkan kebutuhan pembaca tanpa merugikan mereka.

Tiap Akses Pakai Kuota

Artikel yang dibagi perhalaman akan memakan kuota internet lebih besar. Itu sudah pasti. Selain artikel perhalaman, blog dengan infografis ‘baling-baling’ atau ‘terbang-terbang’ secara benar menguras paket data dalam jumlah banyak. Tiap kita scroll dan membuka halaman baru dengan grafis bergerak, sama dengan kita sedang menonton Youtube. Keindahan yang kita rasa perlu meskipun standar artikel bagus atau tidak adalah urusan terakhir, pembaca memiliki persepsi sendiri. Begitu mereka sadar, maka blog kita akan ditinggal.

Blog ‘baling-baling’ ini sebenarnya dengan kuota penyimpanan terbatas akan kembali ke pasal tidak semua muatan akan terangkut. Kita mungkin berdecak kagum dengan keindahan yang diberikan pada artikel terbaru, namun belum tentu artikel lama bisa bertahan dengan baik bahkan ‘harus’ dihapus oleh pemilik blog agar artikel baru bisa cepat. Di sisi lain, pemilik blog akan sering mendapatkan notifikasi bahwa kuota penyimpanan hampir habis dan lagi-lagi kita harus mengeluarkan biaya lebih besar untuk penambahan kuota.

Kembali kita mengaca kepada website milik media massa online. Hampir tiap menit selalu saja ada update berita terkini. Bahkan, saat terjadi suatu musibah, Breaking News, akan mudah kita temui yang menandakan persekian detik satu artikel update akan tayang. Sebagian besar dari media massa ini hanya mengandalkan satu halaman dengan artikel pendek saja dan satu gambar ukuran kecil. Cepat akses sudah pasti. Pembaca menemukan yang dicari jelas sekali. Saingan kita tentu saja media massa yang besar sekali pengaruhnya tersebut. Jika kita hanya bermain dalam keindahan sedangkan media massa hanya tampil standar saja, maka pembaca kita hanya bertahan di satu atau dua artikel terbaru saja. Mungkin juga ‘hanya’ teman kita yang kasihan terhadap postingan yang baru dibagikan.

Satu halaman saja sudah cukup tanpa perlu ‘baling-baling’ untuk membuat pembaca nyaman dan aman paket data mereka. Saat pembaca masuk ke artikel di blog, mereka hanya perlu sekali akses untuk tulisan dan gambar. Selanjutnya adalah mengulir ke bawah untuk membaca lebih lanjut tanpa perlu membuka halaman berikutnya dengan grafis yang penting nggak penting di mata sebagian pembaca.

Blog Terbaik di Mata Pembaca Itu Adalah?

Alasan kenapa media massa online memiliki pembaca tetap, selain nama besar juga kemudahan akses. Tiap kita buka kanal berita, paling kita hanya perlu menghilangkan satu iklan di layar penuh sebelum masuk ke artikel. Blog terbaik di mata pembaca sebenarnya blog yang memiliki peran terhadap mudah akses bukan pada keindahan semata.

Blog tanpa ‘baling-baling’ atau dipotong perhalaman memiliki akses cepat dibandingkan dengan blog penuh bunga. Pembaca hanya membuka sekali lalu membaca sampai akhir. Pesan yang ditulis tersampaikan dan pembaca tidak kehilangan waktu maupun paket data internet hanya untuk ‘blog’ kita saja.

Kenapa blog tanpa ‘baling-baling’ itu lebih cepat dalam sekali buka saja? Bayangkan, jika kita ingin masuk ke sebuah ruangan, kita harus mengetuk sampai 5 kali pintu. Tiba di pintu keempat, kunci nggak tahu ke mana sehingga membutuhkan waktu lama untuk mengetahui apa yang tersimpan di sana. Demikian pula dengan akses blog ‘baling-baling’ ini. Tiba-tiba internet putus padahal saat itu pembaca sedang bersemangat sekali melanjutkan rasa penasaran. Kesal sudah pasti harus merefresh artikel serupa karena memakan waktu mereka.

Bagi saya yang cepat jenuh dalam menunggu dan membuka blog perhalaman yang ‘baling-baling’ tersebut, saya menyarankan untuk menggunakan yang standar saja. Satu hal yang harus diingat, pembaca ‘hanya’ mencari poin-poin penting dalam tulisan kita bukan infografis bergerak yang memecahkan konsentrasi mereka. Hal lain juga berlaku pada sistem mesin pencari yang mudah mendeteksi kata atau kalimat dibandingkan kata atau kalimat yang sudah dibuatkan dalam bentuk gambar/grafis menarik.

Dalam mempublikasikan tulisan, kita tentu saja mengharap pembaca. Kenapa penulis buku terkenal seperti Asma Nadia dan Dee Lestari dicintai pembaca? Keduanya sangat menjaga ekosistem dari gaya menulis dan tema tulisan yang diangkat. Pemilik blog 'baling-baling' ini pula belum tentu menjaga ekosistem tersebut dengan membuat tulisan lebih menarik dan beda dari orang lain karena sibuk mempermak tampilan semata. Sebuah blog dengan ‘baling-baling’ barangkali hanya akan menambah nilai lebih tinggi di mata juri lomba yang berjumlah tak lebih dari 5 orang. Sedangkan pembaca kita yang lebih banyak membutuhkan saran, jawaban dan solusi dari apa yang mereka cari.

Kamu membuka kanal berita online karena informasi cepat dan akurat. Demikian juga saat kamu membuka blog; traveling murah dan hemat, smartphone kamera terbaik, smartphone gaming terbaik, yang ditulis berdasarkan pengalaman pengguna lebih memiliki daya tarik tersendiri. Apa yang biasanya kita cari, itulah yang kemudian dicari oleh pembaca. Kita butuh akses cepat, pembaca juga demikian. Kita nggak suka infografis, blog terbang-terbang atau artikel dipisah perhalaman, pembaca juga mau begitu. Kita nggak mau akses blog melambat karena gambar besar, pembaca lebih menjerit saat membuka blog demikian.

Sama-sama kita pahami bahwa kita dan pembaca membutuhkan blog yang simpel dan ringan. Nggak ada salahnya kita memulai dari mengecilkan gambar, mengubah template, mengurangi infografis meskipun itu sangat menarik, tidak memotong artikel menjadi banyak halaman atau video yang sebenarnya bisa diarahkan ke kanal Youtube. Biar saja blog tampil apa adanya, meski diejek standar oleh blogger profesional yang suka mengubah tampilan jadi cantik, karena blog kita akan dinilai oleh pembaca itu sendiri. Pembaca nyaman, akses mudah, blog akan bertahan lama!

Ingin Blog Lebih Cepat? Ini Solusinya

Nggak semua orang memiliki kecepatan internet di atas rata-rata. Faktor ini harus kita perhatikan sebagai penyedia konten di internet. Pembaca yang rentan sekali putus jaringan data akan langsung menekan back saat loading lama. Kenapa blog ‘standar’ dengan satu halaman lebih aman karena saat internet putus, pembaca tidak harus mengeklik ke halaman berikutnya. Sekali buka langsung bertahan di konten yang mereka cari, termasuk gambar dan artikel yang bermanfaat itu.

Terkadang, kita lupa bahwa sejatinya blog itu adalah diari pemiliknya, bukanlah hunian warna-warni atau ‘baling-baling’ terbang. Sebagai konten kreator, tugas penting penulis blog tak lain menulis artikel sesuai genre yang disukainya. Coba kita perhatikan blog traveling yang populer seperti milik Trinity. Tak ada infografis yang macam-macam, hanya mengandalkan cerita yang kemudian masuk ke hati pembaca. Konsistensi seorang blogger adalah saat melahirkan konten, bukan semata memperindah tampilan sehingga blog makin berat. Namun, semua kembali ke blogger itu sendiri. Apakah cukup bermodal tampilan cantik dengan ‘baling-baling’nya saja atau memperkaya konten sehingga suatu saat artikel bisa dibukukan. Konten yang banyak infografis tentu sulit dibukukan. Sebagai catatan, meski sekarang zamannya internet, buku tetap memiliki pasar sendiri dan kebutuhan lain yang tidak bisa dianggap telah tiada. 

Konten yang makin banyak otomatis kuota media penyimpanan juga berkurang. Solusi untuk itu adalah dengan memilih rekanan yang mampu memberikan jawaban atas risau itu. Salah satu penyedia layanan blog dengan hosting tercepat adalah DewaWeb. Di sini, kita tidak hanya mendapatkan hosting cepat saja tetapi hosting murah dengan pelayanan maksimal selama 24 jam.

DewaWeb memberi dukungan yang sangat penuh dalam memenuhi kebutuhan sebuah blog. Pertama di Indonesia yang terintegrasi dengan LiteSpeed Cache atau dikenal dengan sebutan LSCache, yang memungkinkan kecepatan sebuah website atau blog lebih kencang dari yang tidak terkoneksi dengan sistem ini. Plugin LSCache sangat membantu sebuah blog dalam hal optimasi database, full page caching dilakukan oleh server sehingga blog lebih cepat dan efisien maupun optimasi gambar serta beberapa keunggulan lain. Blog yang memiliki dukungan LSCache lebih baik dan akan lebih optimal dalam hal kecepatan dan akses lebih cepat meskipun konten telah banyak.

Media penyimpanan di DewaWeb juga menjadi perhatian di mana penerapan Super Fast SSD yang memungkinkan ruang lebih besar. Penyimpanan melalui SSD memang lebih cepat dibandingkan model sebelumnya. Pada notebook saja telah mengandalkan SSD daripada HDD karena kompresi lebih cepat dan kinerja lebih baik. Untuk sebuah blog dengan hosting murah media penyimpanan yang tepat menjadi pilihan terbaik. Dukungan DewaWeb yang tidak boleh dilewatkan adalah Ninja Support 24/7 yang mana kita bisa mendapatkan bantuan tiap saat. Hal ini tentu sangat dibutuhkan manakala blog yang diakses mengalami kendala.
Dukungan penuh dari DewaWeb - dewaweb.com
Chatting langsung ke layanan konsumen tidak dibalas membuat kita kesal. Blog yang down padahal internet stabil bisa membuat kita kehilangan pembaca. DewaWeb dikenal sebagai Best Services in Class yang mana selain domain gratis juga layanan konsumen terbaik. Bagi saya, ini penting sekali dalam mengoptimalkan blog. Pentingnya kecepatan website untuk sukses online tidak hanya bergantung kepada konten yang kita hadirkan, tetapi juga sangat bergantung kepada provider yang telah menjadi rekanan kita dalam membangun blog.
DewaWeb Best Services in Class - dewaweb.com
Layanan terbaik saja bisa dikeluhkan apabila performa tidak seimbang. Perfoma yang saya maksud ini tidak hanya soal kecepatan semata tetapi mudah akses di luar negeri sekalipun. DewaWeb disebut Built for Performance karena memberikan kualitas terbaik meskipun trafik sedang dalam keadaan tinggi. DewaWeb menawarkan bandwidth lebih cepat dan akses tanpa batas sehingga pemilik blog tidak perlu khawatir soal limit akses dalam suatu waktu.

Saya sudah sebut, DewaWeb mengandalkan LSCache sehingga blog lebih cepat. Tidak hanya itu, kecepatannya bisa 40x lebih kencang karena webmaster LiteSpeed Enterprise. Meskipun dalam volume trafik tinggi, kita masih dalam taraf aman dan pembaca tidak merasakan dampak yang berarti. Hal yang penting lain adalah kecepatan di semua perangkat seperti desktop, mobile maupun tablet. Teknologi HTTP/2+QUIC+Brotli yang memungkinkan gambar melalui kompresi terlebih dahulu tanpa mengurangi kualitas seperti menjadi blur atau mengecil.
DewaWeb Built for Performance - dewaweb.com
Blog sering disusupi oleh login pihak tertentu? Kita menjadi khawatir kalau-kalau blog akan berpindah tangan atau malah dinonaktifkan. DewaWeb memiliki pelayanan konsumen terbaik yang mana blog akan aman dalam SSL Grade A sehingga layak digelar Built for Security. Ancaman bisa dihalau dengan Imunity360 AI Security yang memiliki teknologi tinggi dan terus mengalami peningkatan. Malware yang sudah terlanjur masuk bisa dibantu penambalan oleh Patchman Auto Patching. Tak bisa dipungkiri bahwa serangan cyber begitu banyak dan kita sangat membutuhkan pengamanan yang lebih besar. Persaingan di dunia blog bisa menjadi salah satu alasan mengapa serangan ini terjadi; yaitu untuk melumpuhkan lawan.
DewaWeb Built for Security - dewaweb.com
Biasanya, sebuah blog mengalami masalah karena hardware dari provider mengalami kerusakan. DewaWeb memberikan solusi dengan hardware terbaik HP Enterprise Class Blade Servers yang ultra-reliable dan fully-redundant (2N architecture). Blog dengan dukungan terbaik ini bisa mencapai high performance dan mengurangi overhead daripada virtualisasi software cloud.
Contoh hardware yang digunakan oleh DewaWeb - dewaweb.com
Nama Keterangan
Chassis HP BladeSystem c7000 Enclosures
System HP ProLiant BL460c Gen8 Server Blade
Storage HP D2220sb Storage Array
Enterprise 800GB SSD drives with flash caching
Processor Intel Xeon E5-2660v2
(25M Cache, 2.20 GHz, 8.00 GT/s Intel® QPI)
Memory HP High Performance SmartMemory
Dengan demikian, tidak hanya kecepatan yang diandalkan tetapi kepuasan pelanggan sehingga Built to Last layak diberikan untuk pelayanan DewaWeb ini.
DewaWeb Built to Last - dewaweb.com
Konten kreator, dalam hal ini penulis blog dan penyedia layanan domain + hosting saling mendukung satu sama lain. Blog terus diisi dengan konten bermanfaat, demikian juga dengan provider yang terus meningkatkan layanan mereka. Terakhir, kembali kepada kita apakah memperkaya konten atau mempercantik blog semata!

0 Response to "Selamat Tinggal Blog 'Baling-Baling' yang Banyak Makan Kuota dan Lambat "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel