Saturday, February 2, 2019

Hotel Dekat Bandara Soekarno-Hatta; Sensasi Kota Tangerang dan Ketepatan Waktu


Hotel dekat bandara Soekarno-Hatta dengan fasilitas lengkap. Aeropolis dekat dengan bandara hindari kemacetan. Hotel dekat bandara mudahkan traveler.


Saya pesan minuman es leci yakult seperti yang dipesan Mbak Katerina kemarin. Mas Said yang menemani saya malam itu juga memesan minuman yang sama. Obrolan kami melayang ke dunia yang benar-benar berbeda. Perbaduan antara kampung dan kota yang melankolis satu sama lain. Malam Minggu itu menjadi malam terakhir saya menginap di Swift Inn Aeropolis di Tangerang. Sebuah hotal yang ada di kompleks perumahan Aeropolis yang dekat sekali dengan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Rasa leci itu sangat melegakan tenggorokan, setelah siang berkeliling Jakarta. Mas Said mulai mencairkan suasana dan kami menjadi akrab satu sama lain. Manager hotel Swift Inn itu begitu ramah sehingga sulit untuk saya lupakan senyumnya. Di depan hotel, terdapat beberapa restoran kecil dan swalayan. Malam hari menjadi tempat berkumpul pekerja bandara, pramugara yang ganteng dan pramugari yang cantik. Namun, kami tak sedikit pun menyinggung soal ketampanan maupun kecantikan mereka yang lalu-lalang dan bahkan duduk bersinggungan dengan kami.
Hotel dekat bandara, Swift Inn Aeropolis - Photo by Katerina
Isi cerita yang semula banyak dari saya berubah menjadi rasa Korea saat Mbak Sulis ikut nimbrung. Rekan sekantor Mas Said itu bercerita soal Korea yang sudah saya gemari sejak dulu. 
Es leci yakult yang nikmat - Photo by Afit.
Malam yang beranjak pergi sepertinya makin syahdu sembari saya menanti Bang Dwi yang masih melanglang buana di bawah gemerlap langit Ibu Kota. Lepas magrib tadi, saya dan Mas Said memang sempat menemani Mas Ihwan berkeliling kompleks sampai ke kolam renang dan arena gym.

Cerita Kami Sebelum Hari Ini di Kampung Bekelir Tangerang

Awal 2019 menempatkan awal cerita tentang traveling itu. Saya pikir, tidak ada salahnya untuk jalan-jalan sebentar setelah launching laptop terbaik di Pullman Jakarta Central Park pada 17 Januari. Buru-buru pulang ke Aceh mungkin saja akan cepat frustasi dalam kesendirian dan menyibukkan diri dengan drama Korea yang sedang tayang. Rencana keliling Jakarta kemudian disambut oleh Mbak Katerina meskipun kemudian batal karena lelah nge-DJ di malamnya.

Mungkin, karena wisata Jakarta yang begitu-begitu saja kemudian batal tidak membuat kami kecewa. Saya pun tidak begitu ngebet ini ke mana dan ikut rencana yang sudah disusun Mbak Katerina. Menjelang siang dari Central Park ditemani jalanan yang mulus ke Kota Tangerang. Mobil yang kami tumpangi masuk ke perkampungan penduduk, sawah terhampar luas, bandara yang mulai terlihat dan pesawat take-off dan landing mulai terdengar. Begitu dekatnya dengan bandara sampai-sampai saya hapal kapan deru mesin di udara itu memekik keras.

Baca Juga: 

Secangkir Kopi Aceh untuk Temani Hari


Aeropolis diketuk dengan sebuah senyuman. Kompleks yang lengkap di mana hotel, hiburan malam, sport center, tempat makan dan tempat nongkrong dipadu menjadi satu yang bisa diakses oleh siapa saja. Kami saling berkenalan dengan blogger yang ikut tur santai ini, ada Mbak Utami dan Mbak Vita. Cerita yang kemudian menjadi dekat karena alasan yang tidak bisa dijabarkan begitu saja.

Sore yang tiba-tiba menyalak, langit bergemuruh dipadu dengan deru mesin pesawat terdengar sangat syahdu – dan juga garang. Kami cuma istirahat sejenak di dalam kamar Swift Inn karena harus mengejar waktu ke Kampung Bekelir serta kuliner Kota Tangerang.

Saya cukup terkejut saat Mbak Katerina bilang kalau pihak Aeropolis dan Swift Inn akan mengajak kami wisata Kota Tangerang. Rencana semula otomatis batal lagi namun kali ini sangat terbantu dengan tawaran dari manajemen hotel. Kami mengitari taman kota, sunset di Sungai Cisadane, Kampung Bekelir yang penuh warna dan tentu saja wisata kuliner.

Selain kami, media lokal juga meliput aktivitas ini serta Kang Ikbal dan Nong Kharisma Kota Tangerang yang menjadi guide. Sayangnya, hari itu gerimis menyelimuti hawa panas dari tubuh kami. Sebelum ke Kampung Bekelir, kami makan Laksa di tempat khusus. Jadi, kalau ke Tangerang ada tempat khusus untuk kuliner ini.
Laksa, kuliner wajib Kota Tangerang.

Laksa dan otak-otak yang nikmat.

Siapa yang tidak tergoda di saat gerimis?
Kampung Bekelir terlihat begitu saja. Saya salut dengan ide dan kreativitas yang tertuang di sini. Adalah warna-warni yang menyemarak hidup dari segala sudut. Selama ini, saya cuma melihat rumah, jalan setapak maupun dinding-dinding sampai atap diwarnai sedemikian indahnya dalam liputan televisi. Kali ini, saya melihat langsung dan merasakan sendiri perpaduan antara keindahan dan juga ide yang mahal untuk menghadirkan sebuah karya seni.

Kampung Bekelir menjadi objek wisata menarik di Kota Tangerang. Mural yang dibuat menjadi daya tarik yang tak bisa dilupakan begitu saja. Tak ada yang berwarna putih atau satu warna saja di sini. Di mana-mana adalah perpaduan warna dan lukisan dengan beragam makna. Disebut, mural di Kampung Bekelir ini dibuat oleh 120 seniman mural dari seluruh Indonesia. Wajar jika Kampung Bekelir dijejaki oleh banyak orang, termasuk rombongan tur kami.
Mas Priyo jadi model sesaat dalam diam.

Begini warna-warni Kampung Bekelir Tangerang.

Senyum anak-anak di Kampung Bekelir Tangerang.

Nah, keren bukan? Apapun diwarnai.

Salah satu tempat yang menarik perhatian.
Senja di Kampung Bekelir Tangerang yang indah sekali.


Letih berkeliling Kota Tangerang itu sudah pasti. Malam yang sendu dalam gerimis membuat kami ingin segera tidur pulas. Kampung Bekelir menyisakan cerita tersendiri di benak kami masing-masing.

Kamar Sejuk Swift Inn Aeropolis Tangerang

Afit sekamar sama saya di Swift Inn. Padahal, sejak beberapa kali event di Jakarta, saya selalu ingin sekamar sama Afit. Entah kenapa itu, pokoknya ingin saja demikian. Kamar Swift Inn di Aeropolis Tangerang ini tergolong nyaman untuk traveler, apalagi jika kamu cuma singgah sesaat sebelum melanjutkan penerbangan. Swift Inn tak lain anak perusahaan dari IntiWhiz Internasional yang dikelola oleh PT Intiland Development Tbk. Perusahaan ini telah memiliki banyak sekali penginapan murah di hampir seluruh Indonesia.

Swift Inn yang terdapat di kompleks apartemen Aeropolis ini termasuk salah satu hotel murah yang sangat direkomendasikan untuk hotel transit. Selain murah, hotel ini sangat dekat dengan bandara dan juga terdapat Shuttle Bus dalam 2 jam sekali. Jadi, untuk kita yang ingin ke bandara cukup pakai bus ini saja dengan biaya Rp. 15.000, lebih murah daripada naik taksi.

Swift Inn Aeropolis di Tangerang memiliki 140 kamar dengan 84 kamar Standar dan 56 kamar Transit. Kamar hotel ini berada di lantai dasar yang bentuknya sangat menarik dan memiliki lorong dengan warna khas. Lantai 2 merupakan apartemen yang bisa dibeli maupun disewa menurut kebutuhan. Rata-rata pembeli dan penyewa adalah mereka yang bekerja di bandara.

Kamar yang rapi itu bisa disewa dengan harga Rp. 223.000 untuk kamar Standar Hollywood 8 jam, dan Rp. 280.000 untuk kamar Standar Twin. Menginap di sini akan mendapatkan fasilitas berupa Wi-Fi gratis, AC, air mineral, parkir yang luas, resepsionis yang melayani 24 jam, pengamanan selama 24 jam sarapan gratis dan juga hiburan malam yaitu tiap malam Jumat ada live music.

Hotel murah ini cukup dekat dengan masjid, mesin ATM, swalayan, kolam renang dan juga bisa fitnes di area sport club. Lokasi yang dekat dengan bandara dan semua fasilitas mendukung membuat Swift Inn menjadi hotel pilihan untuk hotel transit. Biasanya, saya transit di hotel biasa yang cuma bisa tidur manis di dalam kamar tanpa bisa berbuat apa-apa sebelum melanjutkan penerbangan keesokan harinya.
Lorong menuju kamar.

Kamar yang nyaman di Swift Inn.

Peralatan mandi yang lengkap.

Lobi yang nyaman untuk tempat ngobrol

Live musik tiap malam Jumat.

Afit ngapain itu?

Oryx Restoran Aeropolis

Sarapan dan makan malam kami di Oryx Restoran, persis di depan hotel. Mungkin agak aneh melihat restoran hotel dibangun terpisah. Namun, sekali lagi, kawasan Aeropolis adalah kompleks untuk semua orang. Demikian pula dengan restoran ini yang bebas dimasuki oleh siapa saja yang ada di sekitar kompleks, baik untuk sarapan, makan siang maupun makan malam.

Menu yang dihadirkan beragam. Kami menikmati menu seperti mie rebus, mie goreng, soto, capcay, cah kangkung telur puyuh, omelet dan nasi goreng. Tiap sesi makan berbeda menu dan dihidangkan dengan cepat oleh pramusagi. Sambil makan, kita akan ditemani oleh musik lembut.
Menu yang lezat.

Dagingnya renyah.

Mie yang lezat.
Ayo siapa yang mau ikut makan?

Apartemen Aeropolis yang Mewah

Saya sudah sebut di awal, selain hotel ada pula apartemen siap huni di kawasan Aeropolis Tangerang. Apartemen ini bisa dibeli maupun disewa. Selain pekerja di bandara terdapat pilot, pramugari dan pramugara yang tinggal di apartemen ini. Beberapa kali saya berpas-pasan dengan pramugari dan pramugara yang sedang berangkat ke bandara ataupun baru saja pulang.

Nama juga apartemen tentu saja harganya juga tidak main-main. Belum lagi bicara keamanan yang sangat terjamin di kawasan ini. Aeropolis memiliki 2 tipe apartemen yaitu Crystal dengan 2 kamar dijual dengan harga Rp. 700-800 juta per unit. Tipe Studio dijual dengan harga Rp. 200-300 juta per unit. Harga sewa untuk tipe Crystal adalah Rp. 5-6 juta perbulan dan tipe Studio dengan harga Rp. 1,8-2 juta perbulan.

Dekorasi apartemen di Aeropolis sangat menarik dan memiliki cita rasa tersendiri, baik dalam penempatan isi ruangan maupun pemilihan warna yang cerah. Saya suka pemilihan warnanya yang melambangkan bahwa hidup ini harus selalu berbahagia.

Bolehlah jika berkhayal suatu saat tinggal di kawasan Aeropolis, mungkin saya akan memiliki satu di antara apartemen yang dijual ini. Selain dekat dengan bandara juga tidak begitu kesulitan untuk ke Jakarta. Toh, transportasi ke Ibu Kota dari Kota Tangerang juga beragam. Pesan online langsung diantar ke kompleks, mau naik kereta api juga tidak masalah. Vina sesekali nyelutuk untuk beli apartemen ini. Sayangnya, Mbak Dian nggak ikutan sampai melihat mewahnya tata letak apartemen di sini.
Kamar yang mewah di apartemen Aeropolis.

Peralatan dapur yang disusun rapi.

Ruang tamu yang berwarna.

Kamar ini juga menarik bukan?

Susun baju yang rapi.

Nyaman dan aman tinggal di apartemen Aeropolis.

Berenang Bersama Pramugara Ganteng atau Dilatih Instruktur Gym Tampan

Aeropolis termasuk sebuah kompleks yang lengkap. Sehat badan juga menjadi perhatian khusus sehingga penghuninya benar-benar nyaman. Sport club tidak hanya memberikan pemandangan soal ganteng dan gagah semata, tetapi bisa membuat kita awet muda.

Mas instruktur yang lupa saya tanya namanya, akan membantu kita untuk mengecek kesehatan secara berkala. Jadi, saat berlatih usai atau sebelumnya, kita cek dulu apa yang perlu ditambah atau dikurangi. Senyum mas instruktur tampan ini bisa menghipnotis saat memberikan aba-aba.
Peralatan gym yang lengkap.

Mau ikut yoga sama Mbak Utami?

Sanggup berapa kilo angkatnya?

Mas instruktur tampan kasih tahu Mbak Vita apa yang kurang dan lebih di kesehatannya.

Siap berlatih dengan mas instruktur tampan ini?
Di sini, alat untuk latihan sangat lengkap. Bisa angkat beban sampai yoga. Tidak puas berlatih dengan alat, bisa langsung turun ke bawah untuk berenang. Jadi, bisa pilih antara dua; berenang bersama pramugara ganteng atau dilatih oleh instruktur gym tampan.
Kolam renang yang menggoda.

Di depan itu, ada pramugara ganteng sedang berenang.

Rekomendasi Hotel Transit Murah

Hotel Swift Inn Aeropolis Tangerang.
Swift Inn Hotel di Aeropolis Tangerang merupakan salah satu hotel transit terlengkap dan termurah. Hotel ini masuk ke dalam list saat saya bepergian nanti dan butuh penginanap murah. Alasan utama adalah dekat dengan bandara, fasilitas lengkap, mudah akses ke ruang publik, memiliki jadwal Shuttle Bus yang bisa disesuaikan dengan jadwal penerbangan, pelayanan yang ramah dan kamar yang nyaman.

SHARE THIS

Author:

Teacher Blogger and Gadget Reviewer | Penulis Fiksi dan Penggemar Drama Korea | Pemenang Writingthon Asian Games 2018 oleh Kominfo dan Bitread | Contact: bairuindra@gmail.com

4 comments:

  1. Wah, ternyata Swift Inn Aeropolis keren juga ya! Walaupun hotel badara, tapi desainnya tetap instagrammable dan fasilitasnya lengkap sampai ada resto. Aku pernah nginep di dalam Aeropolis juga, tapi di Nunia Inn, bukan Swift Inn.

    Itu laksa dan otak-otak pas gerimis enak bangeeettt!

    ReplyDelete
  2. Desain warna warninya cukup eye catching. Berasa muda lagi klo suasananya begitu hehe

    ReplyDelete
  3. Ternyata di Tangerang ada kampung warna warni juga dan namanya unik...

    ReplyDelete