Rapikan Kategori Tulisan di Blog dengan Program Post Type dari Udemy


Suatu ketika – bahkan sampai sekarang – saya sering mengeluh dengan kriteria tulisan yang engagement-nya baik di mata mesin pencari. Saya maunya begini tapi yang diberikan Google begitu.
Belajar optimalisasi blog di Udemy.com
Apakah tulisan yang saya bagikan kurang menarik? Saat traveling ke Jakarta, Bandung atau ke tempat lain, bahkan luar negeri. Saya selalu menulis artikel dengan foto agar lebih menarik dan nyata. Tetapi, tulisan ini mendatangkan sedikit trafffic, bahkan yang komentar orang yang sama dari tulisan sebelumnya.

Di manakah yang kurang dari tulisan saya? Saya sudah mengemas tulisan dengan bumbu-bumbu yang berbeda dari yang lain bahkan sudah dibagikan ke semua media sosial yang saya miliki.  

Selama ini saya menulis saja sesuai apa yang dirasa bahkan pengalaman dari sebuah perjalanan. Share, tunggu ada yang baca dan comment di blog post itu. Saya sama sekali tidak tahu trik khusus dalam sharing ke mesin pencari. Saya bertanya-tanya, apakah mungkin ada pelajaran khusus agar sebuah blog menjadi lebih menarik?

Seorang teman, merekomendasikan udemy.com yang merupakan kursur online dengan banyak sekali pelajaran. Salah satu materi adalah Become a Wordpress Developer: Unlocking Power With Code yang sedang saya butuh sekali pemahamannya. Jadi nantinya, pembaca akan dengan mudah memisahkan tipe tulisan yang ada di dalam blog. Artinya, kalau mau membaca tentang traveling saja, cukup masuk ke kanal ini. Atau, mau baca-baca kategori lain tinggal masuk ke kanal yang dimaksud misalnya education maupun technology.
Tampilan awal kursus di Udemy.
Kemudian, saya membuat akun di Udemy untuk bisa belajar lebih lanjut. Saya ambil kelas dengan materi tersebut yang membutuhkan waktu dua minggu lebih untuk mempelajarinya. Disela-sela kesibukan saya sebagai guru, saya belajar dengan serius – meskipun hasilnya adalah urusan rezeki beberapa waktu ke depan.


Kita mulai dengan Udemy


Udemy salah satu kursus online berskala global. Kita bisa belajar lebih dari 100 ribu materi kursus yang diajarkan oleh tentor seluruh dunia. Selain materi yang saya pilih, ada materi lain misalnya optimalisasi Instagram (Instagram marketing), pengembangan diri, perangkat lunak komputer, desain, kesehatan, musik dan lain-lain.

Materi kursur yang disiapkan tentu berbeda antara satu tentor dengan lainnya. Materi ajar yang disiapkan juga tidak membosankan. Proses belajar berangsung nyaman dengan visualisasi yang mudah dicerna. Meskipun materi dalam bahasa Inggris tetapi terdapat terjemahan dalam bahasa Indonesia, atau bahasa lain.

Tiap materi yang dipelajari terdapat tombol play & pause, sehingga kita bisa belajar kapan saja dan di mana saja asalkan koneksi internet stabil. Selain menggunakan desktop, aplikasi Udemy juga tersedia di Android dan iOS. Jadi, bisa belajar di mana pun, bahkan melanjutkan pelajaran tertunda tanpa kenal waktu dan tempat.

Akun yang dibuat di Udemy tidak berlaku expired. Kita bebas mau belajar kapan saja dengan materi ajar yang telah dibeli. Besok-besok mau belajar lagi kita bisa membuka kembali materi kursus yang sudah dipelajari sebelumnya.

Mulai belajar di Udemy

Instruktur saya dalam mempelajari Become a Wordpress Developer: Unlocking Power With Code adalah Brad Schiff, seorang Web Developer profesional di bidangnya. Pelajaran penting dari materi ini adalah bagaimana memulai sebuah blog, apa yang harus dilakukan maupun mengapa memulai sebuah blog, langkah coding maupun maunya Wordpress itu apa saja sehingga blog lebih optimal.
Instruktur yang membimbing di Udemy.
Tiap sub materi itu memiliki sub-sub lain, tergantung berapa banyak materi ajar yang akan diberikan. Langkah demi langkah diajarkan oleh Schiff dengan tepat dan mudah dipahami. Kita bisa mengulang kembali ke menit sebelumnya jika belum paham, ataupun pause terlebih dahulu untuk memahami dengan benar atau mencatat poin penting.

Salah sub materi yang menarik minat saya adalah Programs Post Type. Selama ini mungkin saya abaikan saja tipe tulisan di blog. Saya bebas mau menulis apa saja tanpa mengkategorikan tulisan itu masuk ke mana.
Materi yang saya perdalami di Udemy.
Sebenarnya, kata Schiff, sebuah tulisan yang ditulis itu harus masuk ke dalam tipe tertentu sehingga pembaca tidak kebingungan mau ke mana setelah mengunjungi blog kita. Misalnya, di blog saya ada tulisan Terbayar Sudah Nonton Bioskop Setelah Jalan Kaki PuluhanKilometer atau Bandung Tak Sekadar Cinta Picisan Dilan dan IdeKreatif Ridwan Kamil.

Kategori traveling dan technology di blog saya menjadi primadona karena; saya suka dengan perkembangan gadget dan suka jalan-jalan. Saya mengemas tulisan dengan tipe ini lebih banyak karena memang materi tulisan itu lebih diterima berdasarkan pengetahuan dan pengalaman.

Bagian 9: Programs Post Type dari Become a Wordpress Developer: Unlocking Power With Code terdiri dari tiga sub materi. Materi Creating Relationships Between Content diajarkan dalam waktu 19 menit dengan materi yang diarahkan kepada pemisahan konten-konten sesuai dengan tipe tulisan.
Materi Bagian 9 poin 37.
Perlu diketahui bahwa sebuah blog pemula wajib memisahkan konten berdasarkan tipe sehingga lebih mudah dan terarah saat pembaca mengunjungi blog. Namun bisa dibayangkan jika saat tulisan sudah mencapai ratusan bahkan ribuan tanpa ada pemisahan kategori, pembaca tidak bisa membedakan informasi yang didapat.

Dengan memisahkan konten ini, pembaca yang suka traveling akan membaca tulisan lain di kanal traveling tanpa perlu back to home untuk mencari lagi tulisan serupa. Identitas pembaca beragam, ada yang suka satu topik ada pula yang suka penasaran dengan banyak topik. Jika sudah ada kategori ini maka pembaca bisa dengan mudah masuk ke topik-topik yang diinginkan agar lebih mudah mendaparkan beragam informasi.

20 menit digunakan untuk mempelajari Displaying Relationships (Front-End). Kadangkala kita dibuat enggan untuk melanjutkan bacaan karena tampilan blog yang nggak menarik. Tampilan antarmuka penting sekali dari sebuah blog sehingga pembaca bisa bertahan lama.
Materi Bagian 9 poin 38.
Pelajaran ini membawa pengaruh besar kepada saya yang suka tampilan blog simpel dan ringan. Di mana pembaca akan bertahan tak lebih 30 detik untuk loading sebuah halaman. Lebih dari itu, pembaca akan kabur ke blog lain yang serupa. Tampilan yang menarik dengan kecepatan stabil bisa membuat pembaca bertahan lama di blog untuk membuka kategori konten lain yang lebih banyak di blog kita.

Makin baik tampilan antarmuka, makin banyak pembaca yang mengunjungi blog kita. Pembaca yang sudah datang bisa membagikan kepada teman-temanya, direkomendasikan atau menjadi tulisan andalan di mesin pencari.

Bagian terakhir dari materi yang saya pelajari adalah Quick Program Edits yang dipelajari selama 9 menit. 
Materi Bagian 9 poin 39.
Ini adalah bagian finishing dari pelajaran yang saya ikuti secara keseluruhan selama 27 jam. Pelajaran saya akhiri pada 21 September 2019 dengan sertifikat digital yang menarik dan bisa digunakan suatu waktu nantinya.

Usai belajar di Udemy

Belajar sekali memang tidak cukup. Saya maunya belajar lagi nanti untuk memantapkan materi ajar dan pengetahuan. Setelah proses pembelajaran selesai dengan semua materi pelajaran tercentang, kita akan mendapatkan sertifikat.

Sebelum itu, kita bisa memberikan peringkat berupa bintang satu sampai lima untuk pembelajaran ini. Kita juga bisa Ceritakan pengalaman pribadi Anda saat mengikuti kursus ini. Apakah cocok bagi Anda?
Rating untuk Udemy.
Saya menulis sedikit saja bahwa materi ajar dari Brad Schiff tentang Become a Wordpress Developer: Unlocking Power With Code khususnya Programs Post Type sangat membantu optimasi blog saya ke depan.

Udemy juga meminta kita untuk memberikan penghargaan kepada mereka sesuai keyakinan yang kita dapatkan selama belajar. Kita bisa memilih YA untuk pertanyaan Apakah instrukturnya menguasai topik? atau TIDAK untuk pertanyaan Apakah pemaparan konsep cukup jelas? mungkin juga TIDAK YAKIN untuk pertanyaan Apakah penyampaian instruktur menarik?
Masukan untuk Udemy sangat berarti,
Semua masukan ini bisa langsung di SIMPAN DAN LANJUTKAN atau LOMPATI untuk segera mengambil sertifikat. Masukan kita tentu berarti untuk Udemy dalam memperbaharui cara belajar maupun materi ajar ke depannya.

Daftar dan bayar kursus di Udemy

Ragam materi yang ditawarkan dan berbeda pula harganya. Materi Become a Wordpress Developer: Unlocking Power With Code dapat dibeli dengan harga Rp 2.800.000 namun saat saya mendapatkannya diberi diskon menjadi Rp 280.000 saja. Saya tentu saja tidak mau menyia-nyiakan kesempatan untuk belajar lebih cepat dan menerapkan ilmu ke blog. Kapan lagi Belajar Coding PHP kalau bukan sekarang?
Sertifikat bisa diunduh kapan saja.
Daftar Udemy sangat mudah sekali, cukup dengan memasukkan nama, e-mail dan password. Kita bisa memilih materi apa yang akan dipelajari dengan proses pembayaran bisa dilakukan melalui Indomaret atau Alfamart.

Saya sudah tidak sabar untuk mempelajari materi lain agar blog lebih optimal. Tetapi, kayaknya saya mau belajar Instagram Marketing terlebih dahulu agar media sosial ini makin mantap!

3 Responses to "Rapikan Kategori Tulisan di Blog dengan Program Post Type dari Udemy"

  1. Keren Kamu Bang udah bisa menyelesaikan sesi pelatihan dari Udemy.

    ReplyDelete
  2. Saya baru tau Udemy gitu eh. Duh, harus banya belajar emang ini mengelola Wordpress :D

    ReplyDelete
  3. Aku udah coba juga ini Udemy. keren ya bisa belajar banyak di masa saja dan kapan saja secara online begitu. Instrukturnya juga menerangkannya mudah dipahami. Jadi bisa sekalian praktik gitu belajarnya

    ReplyDelete

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel