Segelas Pesan – Epilog

Mungkin, ini hanya pengantar dari saya sebagai penulis. Cerita dan tokoh dalam tulisan ini adalah fiktif. Kesamaan karakter barangkali karena penamaan dan imajinasi penulis semata.

Waktu dan tempat juga demikian dibuat untuk membuat alur cerita maupun tempat menjadi lebih sempurna. 
Ilustrasi cerita.
Maka, saat membaca ini mungkin terlena, terasa hambar atau tidak mendalami maksud apa-apa. Di situ pula saya minta maaf.

Sejujurnya, saya masih harus mengendapkan tokoh dalam cerita agar lebih hidup tetapi selalu saja ada alasan untuk tidak mengembangkannya. 

Saya membagikan 10 bab kisah yang sebenarnya belum rampung ini untuk berbagi khayalan yang terpenggal. 

Mungkin kamu tidak suka, maka saya menerima keadaan itu. Mungkin kamu merasa tidak ada apa-apa, saya berhak untuk memperbaiki segala sesuatu.

Jelang akhir 2013 adalah masa di mana saya kesusahan merampungkan novelet ini. Sekitar 30 halaman lebih di ketika Word, tanpa spasi – sampai dengan 50 halaman dengan spasi ganda. 

Di saat itu, saya merasa telah sempurna menyelesaikan tulisan ini meskipun saat ini tertawa membacanya. 

Saya menerima ‘kekalahan’ ini namun berani memublikasikan karena tiap tulisan pasti akan menjumpai pembacanya.

Mungkin, 5 tahun lalu tulisan ini hanya mengendap di dokumen saya maka kali ini saya beranikan untuk dibagi ke kamu yang ingin mendapatkan sesuatu yang lebih segar dari itu. Kisah ini hanya kisah saja. 

Cuma fiksi. Begitu berlalu. Usai kamu membacanya maka kamu layak untuk melupakan atau menjadikannya sebagai kenang-kenangan. 

Terima kasih telah membaca dan sampai ketemu di bab lain dalam judul berbeda di lembar berikutnya.
***

1 Response to "Segelas Pesan – Epilog"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel